Mahkota Yang Terabaikan

Oleh: Amrullah Ibrahim

Blurb

MAHKOTA YANG TERABAIKAN

Di balik gemerlap istana Antah Berantah, mahkota emas bukan sekadar lambang kekuasaan. Ia adalah alasan mengapa darah rakyat terus mengalir.

Ketika dua wangsa besar—Danadyaksa, sang Garis Emas, dan Rajanegara, sang Garis Besi—saling berebut takhta, kerajaan perlahan terpecah. Para bangsawan memainkan tipu daya, rakyat jelata menanggung penderitaan, dan pemberontakan mulai menjalar dari perbatasan menuju jantung istana.

Di tengah kekacauan itu, seorang pelayan istana bernama Farihah Nashiha menyimpan rahasia yang mampu mengguncang seluruh kerajaan. Ia bukan pelayan biasa. Ia adalah putri mahkota tunggal Isyraqiyya, pewaris darah kerajaan yang selama bertahun-tahun disembunyikan dari dunia.

Namun, darah mahkota bukan satu-satunya rahasia yang ia bawa.

Dalam dirinya mengalir sihir bayangan purba dan kekuatan elemen alam terlarang—kekuatan yang seharusnya telah lenyap bersama legenda leluhur. Jika identitasnya terbongkar, Farihah bukan hanya akan menjadi sasaran pembunuhan, tetapi juga kunci bagi mereka yang ingin menguasai kerajaan.

Satu-satunya orang yang perlahan mengetahui kebenaran itu adalah Ghalib Al Fathan, komandan inkuisisi yang bersumpah melindungi kerajaan, tetapi lebih memilih berdiri di pihak rakyat yang tertindas daripada tunduk kepada bangsawan yang korup.

Keduanya berasal dari dunia yang berbeda.

Farihah adalah pewaris takhta yang harus menyembunyikan namanya.

Ghalib adalah penjaga hukum yang mulai meragukan siapa sebenarnya yang pantas disebut penguasa.

Ketika mereka terpaksa bersekutu, keduanya menemukan bahwa perebutan takhta hanyalah lapisan terluar dari konspirasi yang jauh lebih gelap. Ada rahasia kuno yang sengaja dikubur, pengkhianatan di dalam istana, dan kekuatan sihir yang dapat membangkitkan dendam masa lalu.

Kini Farihah harus memilih: tetap bersembunyi demi keselamatan dirinya, atau mengenakan kembali mahkota yang menjadi haknya.

Sementara Ghalib harus menentukan apakah kesetiaannya kepada kerajaan berarti tunduk kepada takhta—atau melindungi rakyat dari mereka yang duduk di atasnya.

Sebab terkadang, mahkota yang paling berharga bukanlah yang diperebutkan para bangsawan, melainkan mahkota yang sengaja dilupakan oleh sejarah.

Lihat selengkapnya