Mak Rumpiah Get The Rich

Arham FR
Chapter #2

Ratu di Kerajaan Kursi Plastik

Kalau kalian pikir definisi Api Neraka itu adalah Bekasi di siang bolong, kalian belum pernah mampir ke rumah gue jam dua belas siang.

Rumah atau lebih tepatnya gubuk kami ini mengusung konsep arsitektur yang sangat avant-garde industrial Rustic Low Budget. Dindingnya papan kayu yang sela-selanya bisa dipakai buat ngintip ayam lewat, lantainya semen kasar yang kalau tiduran tanpa tikar bisa bikin punggung kayak diparut keju, dan atapnya seng berkarat yang kalau hujan suaranya kayak konser drum band tawuran.

Dan di sinilah gue, Sang Ratu, sedang menjalankan tugas kenegaraan yaitu nyapu lantai yang debunya nggak abis-abis.

"Guys, welcome back to my channel! Hari ini gue mau kasih morning vibes yang literally aesthetic parah..."

Suara bariton yang dipaksakan berat itu memecah konsentrasi gue.

Gue menoleh ke pojok ruangan. Di sana ada makhluk ajaib bernama James. Adik gue. Nama aslinya Jamil, tapi sejak dia nemu internet dan terobsesi jadi content creator, dia maksa satu kelurahan manggil dia James.

Penampilannya? Masya Allah, bikin sakit mata.

Dia duduk di atas tumpukan kardus mie instan, pakai kaos oversized warna hitam yang tulisannya "SUPREME" tapi sablonannya udah retak-retak jadi kebaca "SUP R ME". Celananya kargo tentara yang kantongnya banyak banget, cukup buat nyelundupin dua kilo beras raskin. Dan yang paling bikin gue pengen istighfar, dia pakai kacamata hitam.

Di dalam rumah.

Yang pencahayaannya remang-remang karena hemat listrik.

"James," panggil gue datar sambil nyender di sapu lidi. "Lo ngapain sih pakai kacamata item di dalem rumah? Lo mau bikin konten apa mau buka pijet?"

James menurunkan HP-nya, sebuah ponsel Android kentang yang layarnya retak seribu tapi kameranya dipakein filter iPhone 14 Pro Max yang di download di Play Store. Dia menatap gue dari balik kacamata hitamnya dengan gaya sok cool.

"Duh, Kak Ratu. Please deh, jangan toxic. Gue lagi building personal branding," jawabnya dengan aksen yang dia pikir British, tapi jatuhnya malah kayak aksen orang keselek biji salak. "Visual itu penting, Kak. Gue harus terlihat swag di depan followers gue."

"Followers lo cuma lima, James," koreksi gue kejam. "Itu pun satu akun Mak, satu akun gue, dua akun bot jual peninggi badan, sama satu lagi akun mantan lo yang udah nikah."

"Itu namanya organic growth, Kak! Trust the process!" James ngegas, membetulkan letak topi snapback-nya yang dipakai terbalik. "Nanti kalau video gue FYP, kita bakal rich. Gue bakal beli outfit dari H&M. Harta & Martabat."

Lihat selengkapnya