Mak Rumpiah Get The Rich

Arham FR
Chapter #3

James Si Influencer Halu

Gue punya teori konspirasi, James itu sebenarnya bukan adik kandung gue. Dia mungkin alien yang pesawat UFO-nya nyasar di atap seng rumah kami, lalu kepalanya kepentok tiang jemuran sampai geger otak dan lupa kalau dia alien.

Kenapa? Karena nggak masuk akal ada manusia yang tinggal di perkampungan padat penduduk dengan suhu rata-rata 34 derajat Celcius, tapi gayanya kayak rapper Amerika yang lagi musim dingin di Brooklyn.

Kami sekarang berdiri di depan gudang belakang rumah. Sebenarnya ini bukan gudang, melainkan area terbuka di belakang dapur yang ditutupi terpal biru bolong-bolong. Di sini bersemayam segala rupa harta karun masa lalu, seperti sepeda ontel Bapak yang tinggal kerangka, tumpukan koran Pos Kota tahun 2010, dan botol-botol kecap beling yang Mak simpan dengan alasan "sayang kalau dibuang".

"Oke, James," perintah gue sambil mengikat ujung jilbab ke belakang leher biar nggak ribet. "Tugas kita simpel. Pisahin besi sama plastik. Kertas ikat jadi satu. Go."

James diam di tempat. Dia membetulkan letak kacamata hitamnya yang merosot karena hidungnya mulai berkeringat.

"Wait, Kak. Wait," katanya sambil mengangkat telapak tangan. "Gue lagi scanning vibes-nya dulu. Tempat ini tuh energy-nya negative banget. Too much clutter. Gue takut chakra gue kotor."

Gue menatap dia datar. "Chakra lo emang udah kotor dari lahir, James. Nggak usah banyak alasan. Angkat itu besi tua!"

James mendesah panjang, seolah gue baru saja menyuruh dia membelah atom. Dengan gerakan lambat yang dia pikir cool tapi aslinya kayak kungkang kena stroke dia mengeluarkan HP-nya lagi.

"Sebelum kerja, gue harus bikin intro dulu. Engagement gue lagi turun, Kak. Gue butuh konten yang raw dan authentic."

Tanpa nunggu persetujuan gue, dia menekan tombol rekam dan mengarahkan kamera ke wajahnya sendiri.

"Yo, what’s up guys! Balik lagi sama gue, James The Conqueror!" serunya ke kamera dengan suara sok ngebass. "Hari ini, gue lagi ada di... secret project location. Gue bakal melakukan aktivitas fisik yang manly banget. Basically, gue mau cleansing my house. Check it out!"

Dia mengarahkan kamera ke tumpukan sampah.

"Lihat ini guys. Ini tuh trash, tapi kalau di mata seni, ini tuh masterpiece. Vintage vibes-nya dapet banget. Gue mau recycle ini biar jadi cuan. You know, save the earth, save the wallet." (Kalian tau, menjaga bumi kita, juga menjaga dompet)

Gue nggak tahan lagi. Gue ambil satu botol plastik kosong dan gue lempar tepat kena kepalanya. Pletak!

"Aduh! What the hell, Kak?!" James protes, tapi tetap menjaga angle kamera biar wajahnya tetap terlihat ganteng.

"Kerja, Jamil! Bukan ngevlog!" bentak gue.

"Nama gue James! Cut! Cut! Ah elah, Kak Ratu ngerusak aesthetic video gue aja," gerutunya sambil memasukkan HP ke saku celana kargo-nya yang kembung.

Akhirnya, dengan ogah-ogahan, James mulai mengangkat tumpukan koran bekas. Tapi caranya ngangkat itu loh, bikin emosi. Dia cuma pakai ujung jari telunjuk dan jempol, seolah-olah koran itu mengandung virus nuklir.

Lihat selengkapnya