MAKNA DALAM CAHAYA

Saipul449
Chapter #7

FESTIVAL DAN PERPISAHAN #7

BAB 7: FESTIVAL DAN PERPISAHAN

Seminggu pun berlalu semenjak hari-hari kelam yang mendingin di area lingkungan sekolah. Waktu terus merayap maju tanpa bisa ditahan, hingga tibalah hari yang paling dinanti-nantikan oleh seluruh pencinta musik—Festival Band Antarsekolah tingkat kabupaten. Marcel berangkat menuju ke lokasi perlombaan bersama dengan rombongan teman-teman satu sekolahnya, diiringi oleh beberapa guru pendamping yang ikut mengawal dengan ketat.

Suasana di sepanjang perjalanan di dalam bus terdengar begitu riuh rendah, penuh dengan tawa gelak dan semangat masa muda yang membara. Namun, jauh di dalam lubuk hati Marcel yang paling dalam, ada sesuatu rasa yang terasa sangat berbeda. Sebuah ruang kosong yang teramat sunyi bersemayam erat di dadanya, sebuah kehampaan yang ego remajanya sendiri pun tidak akan mampu jelaskan secara logika.

Sesampainya di tempat acara, riuh rendah suara penonton langsung menyambut indra pendengaran mereka dengan menggelegar. Satu per satu peserta perwakilan dari berbagai sekolah menengah di tingkat kabupaten mulai tampil naik ke atas panggung utama yang megah. Mereka semua memainkan aransemen musik dengan penuh energi dan gairah masa muda yang membara di bawah sorotan lampu teater.

Ada peserta yang memiliki warna suara teramat merdu memikat hati, ada pula yang menunjukkan kemahiran luar biasa dalam memetik melodi gitar elektrik dengan teknik yang rumit. Suasana di sekitar area panggung begitu hidup, panas, dan kompetitif, membuat para penonton terus bersorak-sorai dan menyulitkan siapa pun untuk menebak siapa yang akan keluar sebagai juara terbaik hari ini.


Hingga akhirnya, tibalah giliran nama Marcel yang dipanggil oleh pembawa acara melalui pelantang suara dengan nada yang menggelegar.

Sorak-sorai dari barisan pendukung sekolahnya seketika menggema hebat, memenuhi seluruh area lapangan terbuka tempat festival diadakan. Teman-teman satu sekolahnya langsung berdiri tegak, memberikan tepuk tangan riuh dan dukungan penuh untuknya. Namun, jauh di balik senyuman tipis yang Marcel paksakan untuk terukir di wajah, tersimpan sebuah rasa sepi dan kekecewaan yang teramat dalam.

Di dalam hatinya yang paling kecil, ia sebenarnya masih memelihara secercah harapan tersembunyi bahwa Hany akan datang hari itu. Sekadar untuk menyaksikan penampilannya dari kejauhan, atau mungkin hanya untuk memberikan seulas senyuman manis dari balik kerumunan penonton. Namun, logika Marcel segera mematahkan harapan itu dengan kejam. Ia tahu betul, setelah pertengkaran hebat dan tamparan keras di lapangan tengah sekolah kemarin, Hany tidak mungkin sudi untuk hadir di tempat ini lagi.

Awalnya, Marcel sudah menyusun rencana dengan matang untuk membawakan sebuah lagu yang ia tulis sendiri dari lubuk hati. Sebuah lagu dengan baris lirik sederhana yang sengaja ia buat khusus untuk mengungkapkan seluruh isi perasaannya yang terpendam selama satu tahun ini kepada Hany. Namun, tepat pada detik-detik terakhir sebelum jemari tangannya menyentuh permukaan senar gitar di atas panggung, sebuah kebimbangan besar mendadak meruntuhkan seluruh niatnya.

Ia mendadak mengubah pikiran di bawah sorotan lampu panggung yang menyengat. Sebagai gantinya, Marcel memilih untuk membawakan lagu berjudul “Musnah” karya grup musik Andra and the BackBone. Sebuah lagu melankolis tentang sebuah cinta yang telah tercabik oleh luka, tentang harapan-harapan indah masa muda yang kini telah hilang ditelan oleh kenyataan hidup yang pahit.


Marcel mulai memetik senar gitarnya dengan satu entakan emosi. Ia bernyanyi dengan seluruh jengkal perasaan terluka yang masih tersisa di dalam rongga dadanya. Setiap bait lirik dan liukan nada yang keluar dari kerongkongannya terdengar seolah-olah seperti serpihan kaca tajam yang sengaja dikeluarkan paksa dari dalam dadanya. Suaranya terdengar sedikit bergetar hebat menahan gejolak emosi yang membuncah, dan sepasang matanya sesekali menatap kosong ke arah kerumunan penonton di bawah panggung, seolah sedang mencari satu sosok rapuh yang ia tahu tidak akan pernah ada di sana.

Lihat selengkapnya