Makna Hakikat

Fahmi Irwan Utomo
Chapter #1

Bab 1 | Ghuraba' : The Ox

══════ ❧ ☙ ══════

══════ ❧ ☙ ══════

[ 08.00 ] Rumah Sakit Anta Kala

Suasana koridor rumah sakit tak seramai biasanya. Ruang tunggu poliklinik neurologi Rumah Sakit Anta Kala terasa lebih sejuk. Situasi yang cukup aneh untuk ukuran rumah sakit besar tanpa hiruk-pikuk orang, atau mungkin ini hanya perasaan Malfo saja. 

Melihat sekitar koridor rumah sakit, terdapat kertas yang ditempelkan pada jendela kaca dengan bertuliskan ruang EEG. Melihat kertas antrian yang ia pegang 03, awalnya putih dan kering tak terasa mulai berubah warna sedikit kusam oleh keringat di telapak tangannya. Mencari tempat duduk yang dekat dengan ruangan, mungkin saja dengan duduk dapat meredakan rasa cemas yang dia rasakan. 

Tempat duduk itu bukanlah kursi layaknya di lobi hotel, bukan pula kursi kayu di ruang tamu. Melainkan kursi berjejer yang keras, dingin dan terasa tidak benar-benar bersih. Di sebelahnya, seorang remaja SMA bersama ibunya tengah berbincang dengan nada yang cukup lirih. 

Huuff… ha… ha… 

Sesekali terdengar remaja itu menghela napas, meredakan rasa cemasnya. Ibunya terlihat memeriksa beberapa berkas sebelum masuk pemeriksaan EEG, dan ternyata ada satu berkas yang tertinggal. Ketika ditinggal oleh ibunya, remaja itu tampak diam. Memecah keheningan merupakan hal biasa bagi seorang pewarta seperti Malfo.

“Mas, nomor antrian berapa?” tanya Malfo dengan meliriknya. 

“Nomor du-u-ua, mas,” jawab remaja itu sambil menundukan kepalanya.  

“Pertama kali pemeriksaan EEG mas?” 

“T-i-i-i-idak,” dengan penuh keraguan remaja SMA itu menjawabnya, 

Rasa tidak percaya diri dan sikap malu yang ditunjukkan oleh remaja SMA itu bukanlah hal yang asing, melainkan salah satu tanda bahwa ia menjadi korban perundungan. Tapi ini hanya prasangka buruk Malfo, semoga saja itu tidak pernah terjadi. Ibunya datang dan duduk disampingnya, tanda bahwa Malfo harus menyudahi pembicaraan. 

Sekitar sepuluh menit setelah perawat memasuki ruangan, seorang wanita berjas putih lewat di depan Malfo, dengan tanda pengenal dr. Rini. Dia melangkah masuk menuju ruang EEG. Disitulah antrian pasien mulai berjalan, terlihat pasien pertama memasuki ruangan. 

Menunggu giliran memang memakan waktu cukup lama. Agar lebih rileks, Malfo memasang perangkat jemala di telinganya dengan mendengarkan suara lirih dari musik Nusantara. Memosisikan tubuhnya dengan duduk santai, dan kaki disilangkan. 

Lihat selengkapnya