Mereka bertiga akhirnya ditemukan oleh sosok yang mengerikan. Tubuhnya tinggi besar, dengan empat gigi runcing yang mengerikan. Terlihat dua taring menghadap ke bawah, dua taring lagi menghadap ke atas.
Mata yang akan keluar layaknya buah anggur. Lidah yang panjang menjuntai hingga menyentuh dadanya.
Tangan yang panjang, kuku yang yang tajam seperti cakar. Rambut yang terurai panjang hingga menyentuh tanah. Sekujur tubuhnya diselimuti dengan bulu panjang yang berwarna hitam pekat.
“Apa ituuu?” kata Sati dengan penuh ketakutan mendongak ke atas.
“Sati bersembunyilah di belakangku! Pegang sisik ular yang aku selipkan di pakaianmu itu, jika kau benar-benar terdesak. Ikuti omonganku maka kau akan selamat sampai dusunmu,” ujar Malfoy dengan sedikit menarik lengan Sati ke belakang.
“Sial, aku terlambat! “ seru Bejo panik. Tangannya bergerak cepat, meraih dan menghunus celurit dari balik pinggangnya.
***
Sementara itu, di gubuk tua dengan beberapa kayu lapuk disekitarnya. Sang kakek terlihat menggerakkan bibirnya, merapal mantra serta ajian.
Mencoba menangkap getaran keberadaan cucunya di tengah hamparan ilalang yang luas. Ajian mantra itu menguras energinya, tapi kakek tak bergeming untuk mencari keberadaan Sati.
Deg-deg… gulp… deg-deg… gulp… gulp….
Kakek tak peduli meski harus tumbang, asal cucunya berhasil ia temukan. Beberapa saat kemudian, wajah kakek mulai berubah awalnya tegang kini dia tersenyum.
Brengg… drrrrrr…. drrrr…. drrr…. wuuuuuuussshhh….
Mata kakek terbuka, putih terlihat tanpa pupil. Darah menetes dari mulut, telinga serta hidung kakek. Gubuk kayu itu mulai bergetar, asap pemanggilan perlahan menutupi wajahnya.
“Haaa, akhirnya ketemu juga!” seru kakek, sesekali terdengar jeluak. Namun, wajahnya kini mulai samar, tertutup oleh kepulan asap hitam yang semakin membubung.
***
Daratan Nusantara dihuni berbagai makhluk hidup, setiap entitas yang memiliki pusaka suci, sihir, dan syair harus merapalkan mantra, ajian atau pujian. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan energi spiritual, mengaktifkan elemen alam dalam diri, peningkatan serangan, perlindungan diri, penyembuhan serta memberikan kemampuan unik.
Kekuatan tidak masuk logika akan didapat, namun ada yang harus dibayarkan setelah merapalkan ajian, ajian pusaka atau pujian. Jiwa, energi atau tubuh sebagai ganti imbalan kekuatan yang besar.
***