Blurb
Orang bilang, rumah adalah tempat paling nyaman untuk pulang. Tapi bagi Riska, rumah justru menjadi tempat yang paling melelahkan. Sebagai anak sulung, Riska tumbuh di bawah didikan ibu yang keras dan memegang teguh prinsip hidupnya. hampir setiap hari, hal-hal kecil berubah menjadi pertengkaran. Tetapi semakin dewasa, Riska mulai mengerti, bahwa ibunya tidak sejahat yang dia kira. Tidak ada yang benar-benar jahat. Tidak ada yang benar-benar salah. Hanya dua orang yang sama-sama ingin dipahami tetapi selalu gagal saling mengerti.
Dibalik amarah, gengsi, dan luka yang terus dipendam, tersimpan satu pertanyaan yang tak pernah berani mereka ucapkan.
Benarkah Mama tak pernah menyayangi anaknya? Atau justru, selama ini mereka sama-sama tidak tahu cara menunjukkan kasih sayang?