Mana Barista : Aku Belajar Mengendalikan Sihirku Tapi Tidak Pernah Belajar Mengendalikan Perasaanku

Lyneetra Studio
Chapter #9

Episode 8 : Berjalan Pulang dengan Bunga

Saat Lulu kembali ke halaman sekolah, suara festival menyambutnya seperti gelombang yang sempat ia tinggalkan.

Musik memenuhi udara.

Tawa bercampur dengan langkah kaki yang berlari ke sana kemari.

Semuanya terasa sedikit lebih keras setelah keheningan di kafe tadi.

Ia berhenti beberapa detik sebelum melewati pagar belakang.

Tangannya terangkat tanpa sadar ke rambutnya.

Bunga pertama masih mekar di bawah pita.

Yang kedua di tengkuk terasa lebih tenang sekarang. Tidak lagi mendesak seperti sebelumnya.

Ia menarik napas pelan.

Kamu bisa lakukan ini.

Ia melangkah masuk.

Beberapa siswa berpapasan dengannya. Ada yang sibuk membawa kotak. Ada yang tertawa sambil memegang minuman. Tidak ada yang berhenti. Tidak ada yang menunjuk. Tidak ada bisikan aneh.

Mungkin memang tidak terlihat jelas.

Atau mungkin semua orang terlalu sibuk dengan urusan masing-masing.

Sherly muncul dari arah panggung kecil dengan wajah sedikit berkeringat.

“Lu. Kamu ke mana saja. Aku cari dari tadi.”

“Aku ambil udara sebentar,” jawab Lulu lembut.

Sherly mendekat. Tatapannya lebih fokus kali ini. Ia memperhatikan sisi rambut Lulu.

“Rambutmu…” katanya pelan.

Jantung Lulu menegang.

“…kelihatan berbeda.”

Lulu tersenyum kecil. Senyum yang lebih santai dari pagi tadi.

“Anginnya tadi agak kencang.”

Sherly menyipitkan mata seolah ingin memastikan sesuatu, lalu menghela napas.

“Baiklah. Tolong cek daftar peserta lomba setelah ini ya. Aku harus bantu di stan minuman.”

“Iya.”

Lihat selengkapnya