Mantan Suami Ingin Rujuk Setelah 3 Tahun Bercerai

Best Siallagan
Chapter #2

Pesta Komedi

Pernikahan tiga tahun lalu adalah gerbang neraka bagi Erika Walters. Demi Adrian Hart, ia mengabaikan peringatan keluarga Walters—dinasti terkaya di California—dan membuang identitasnya.


Di hari pernikahan, Adrian terlambat satu jam. Saat tiba di altar, wajahnya sedingin es.


"Cepat selesaikan," bisik Adrian ketus kepada pendeta.


Prosesi selesai dalam dua menit. Adrian langsung berbalik pergi, meninggalkan Erika yang menjadi bahan tertawaan para tamu. Hanya Nenek Elizabeth, sang Matriark, yang memeluknya. Anggota keluarga Hart lainnya langsung pergi dengan dengusan geli. Mereka semua hanya menunggu hari perceraian itu tiba.


Kembali ke kamar, Erika menatap dokumen perceraian di atas nakas. Siksaan Mary (ibu mertua) dan Juliet (adik ipar) tadi pagi telah menghabiskan sisa kesabarannya.


"Cukup. Aku menyesal tidak mendengarkan Kakak," bisiknya dingin.


Erika meraih pena, lalu membubuhkan tanda tangan dengan tegas. Di dokumen tertera tunjangan 50 juta dolar dan sebuah rumah. Uang yang murah untuk tiga tahun neraka ini, batinnya sinis.


Cklek.


Adrian masuk ke kamar, langsung mengernyit melihat Erika yang hanya duduk diam di kasur tanpa menyambutnya seperti biasa. Tatapan Adrian lalu beralih ke atas nakas. Surat cerai itu terbuka, menampilkan tanda tangan Erika.


Jantung Adrian melewatkan satu detak. Ia menyambar kertas itu. "Apa-apaan ini?!"


"Apa?" sahut Erika datar. "Kamu tidak bisa mengenali benda yang paling kamu idam-idamkan, Tuan Hart?"


Adrian tertegun. Nada suara Erika begitu tajam dan sarkastik, berbeda total dari sosok istri penurut yang biasa ia injak-injak.


"Aku tahu kamu selalu menyimpan surat itu di sana agar aku cepat pergi," lanjut Erika, menatap lurus ke manik mata Adrian. "Ayo kita daftarkan besok. Kita berdua bebas."


Adrian mengatupkan rahangnya, lalu mendengus sinis. "Terserah. Jangan mengira trik murahanmu ini bisa membuatku iba." Pria itu menyambar handuk dan membanting pintu kamar mandi.


Erika tersenyum tipis. Ia melangkah ke dapur lantai bawah untuk membantu kepala pelayan, David, menyiapkan makan malam. Hanya David dan Nenek Elizabeth yang menghormatinya di rumah ini.


Di ruang makan, seluruh keluarga Hart sudah berkumpul. Mary dan Juliet asyik bergosip, Adam (ayah mertua) sibuk dengan ponselnya, sementara Nenek Elizabeth duduk dengan senyum hangat.


Adrian masuk dan duduk, matanya langsung tertuju pada Erika yang sedang menata mangkuk terakhir di meja. Melihat Erika masih melayaninya, rasa percaya diri Adrian kembali.

Lihat selengkapnya