Mary dan Juliet melangkah masuk ke dalam mansion megah keluarga Hart dengan dada yang bergemuruh hebat. Hati mereka dipenuhi amarah yang membakar. Satu juta dolar menguap begitu saja dalam hitungan jam, dan bagian terburuknya adalah uang fantastis itu sama sekali tidak digunakan untuk kesenangan pribadi mereka, melainkan dilempar ke dalam kas negara demi menebus kebebasan dari jeruji besi.
Saat Mary baru saja hendak melangkah menuju kamarnya untuk beristirahat dan memeras otak bagaimana cara membuat Erika membayar semua kerugian ini, pintu depan dihempas kasar. Adam Hart melesat masuk, menatap Mary dengan pandangan mata yang sarat akan murka.
Ini adalah pemandangan baru. Mary belum pernah melihat suaminya sefurius ini.
Belum sempat Mary membuka mulut untuk bertanya, Adam sudah melangkah lebar memangkas jarak, menjambak rambut Mary dengan cengkeraman yang teramat erat dan kasar.
"Apakah kamu tahu kekacauan besar apa yang sudah kamu timbulkan hari ini, HAH?!" bentak Adam, suaranya menggelegar memenuhi seisi ruangan.
Mata Mary membelalak, setengah terkejut dan setengah kesakitan. "Apa maksudmu, Papi?!" pekik Mary menahan perih yang luar biasa di kulit kepalanya akibat tarikan tangan Adam yang begitu bertenaga.
"Kamu masih berani bertanya?! Apa kamu tidak tahu seberapa besar kerusakan reputasi yang kamu timbulkan pada perusahaan hari ini?! Untuk apa kamu pergi mempermalukan diri dengan merundung Erika di tempat umum?!" cecar Adam, darahnya mendidih hingga ke ubun-ubun.
Mary tertegun. Bagaimana pria itu bisa tahu secepat ini?
Mencoba membela diri, Mary menyahut dengan nada sengit, "Bagus, kan, kalau aku mempermalukannya di depan umum?! Jalang itu ternyata sudah menemukan pria kaya lain untuk digoda! Aku hanya ingin semua orang tahu betapa tidak tahu malunya dia!"
Plak!
Sebuah tamparan luar biasa keras mendarat tepat di pipi Mary. Hantaman tangan Adam begitu bertenaga hingga merobek sudut bibir Mary, membuat darah segar mulai menetes keluar membasahi dagunya.
Mary memegangi pipinya yang mati rasa, menatap suaminya dengan pandangan tidak percaya. Adam baru saja menamparnya? Ini adalah pertama kalinya pria itu main tangan selama bertahun-tahun pernikahan mereka, dan itu semua terjadi hanya karena Erika, si jalang sialan. Rasa benci Mary terhadap Erika seketika berlipat ganda, merayap hingga ke sumsum tulangnya.
Adam menunjuk wajah istrinya dengan telunjuk bergetar. "Aku tidak peduli bajingan mana yang sedang dia goda saat ini! Masalah utamaku sekarang adalah tindakan bodohmu dan Juliet berakibat pada kerugian masif bagiku! Seseorang merekam seluruh aksi norak kalian di mal dan mengunggahnya ke media sosial! Sekarang, dewan direksi mulai mendesakku dengan pertanyaan, dan aku mulai kehilangan beberapa investor potensial karena ulah kalian berdua!"
Jika ada satu hal yang paling berharga di dunia ini bagi Adam melebihi nyawanya sendiri, itu adalah takhta bisnisnya, Hart Group of Companies. Selama bertahun-tahun, ia selalu memastikan bahwa dirinya mampu menyingkirkan setiap kerikil yang mengganggu jalannya perusahaan. Namun, saat badai itu justru diciptakan oleh kebodohan istri dan putrinya sendiri, Adam benar-benar kehilangan kendali atas kewarasannya. Ia sangat murka.