Mantan Suami Ingin Rujuk Setelah 3 Tahun Bercerai

Best Siallagan
Chapter #8

Kepulangan Sang Putri Walters

Adrian terpaku menatap layar ponselnya yang kini hanya menampilkan nada sibuk tanda panggilan terputus. Tangannya yang memegang gawai membeku di udara, sementara dadanya bergemuruh dihantam gelombang harga diri yang remuk.

Di belahan kota lain, Erika melempar ponselnya ke atas ranjang tempat mereka duduk dengan raut wajah masai. Sisa-sisa kekesalan masih membekas jelas di keningnya.

Monica yang tahu betul sahabatnya sedang dongkol, sengaja menyenggol bahu Erika sambil menyeringai usil. "Jadi, mantan suamimu itu menelpon untuk memohon agar kamu kembali bersujud di kakinya?"

Erika langsung tertawa renyah mendengarnya. "Haha! Dia tidak membutuhkan daku, Monica. Pria itu hanya butuh Felicia." Erika mengembuskan napas panjang, lalu menyandarkan punggungnya. Tatapannya mendadak menajam. "Tapi jujur saja, aku akan sangat bahagia jika melihat seluruh kerja keras keluarga Hart runtuh dan menjadi abu."

Monica tahu ada riak balas dendam yang sedang bergolak. Ia mendekat, berbisik dengan nada sinis yang penuh arti. "Jadi, apa rencana pertamamu?"

"Rencana?" Erika menjeda kalimatnya, kilat dingin melintas di netranya. "Aku berencana pulang ke rumah untuk menemui keluargaku. Aku sangat merindukan mereka. Dan setelah itu..." Erika tersenyum tipis, "...aku akan menghancurkan mereka semua."

Monica bertepuk tangan riang. "Oh, luar biasa! Aku juga sangat merindukan Bibi dan Paman. Jadi, kapan kita berangkat?"

"Besok pagi," jawab Erika tanpa ragu. "Kota ini mulai terasa menyesakkan."

Permainan catur yang sejak tadi menemani obrolan mereka akhirnya selesai. Keduanya bergegas menyantap makan malam singkat, lalu mulai mengemas barang-barang ke dalam koper. Erika sengaja meminta Monica untuk merahasiakan kepulangan ini; ia ingin memberikan kejutan besar bagi kedua orang tuanya setelah tiga tahun menghilang tanpa kabar.

Keesokan siangnya, sebuah jet pribadi mendarat di San Francisco. Erika dan Monica langsung menaiki limosin sewaan menuju kediaman utama keluarga Walters.

Mansion Walters berdiri dengan begitu megah di atas lahan yang super luas—ukurannya bahkan empat kali lipat lebih besar dan mewah daripada kediaman keluarga Hart yang selama ini diagung-agungkan oleh Mary. Erika menatap gerbang tinggi di hadapannya, mendadak memori tiga tahun lalu berputar di kepalanya. Ia ingat betul bagaimana Ayah dan Ibunya memohon dan memperingatkannya agar tidak menikahi Adrian. Sekarang, penyesalan itu datang menghantam ulu hatinya. Andai saja ia mendengarkan mereka saat itu.

Para penjaga gerbang yang masih mengenali wajah sang putri langsung membuka pagar luas dan menyambut mereka dengan hormat. Begitu Erika dan Monica menyeret koper mereka sampai ke depan pintu utama, Erika menarik napas dalam-dalam sebelum mengetuk daun pintu kayu ek yang kokoh itu.

Lihat selengkapnya