Mantan Suami Ingin Rujuk Setelah 3 Tahun Bercerai

Best Siallagan
Chapter #13

Memulai Kembali

Felicia menatap Adrian dengan pandangan penuh selidik dan curiga sebelum akhirnya bertanya, "Kamu yakin?"

"Aku sangat yakin, Felicia. Bagaimana bisa kamu berpikir kalau aku jatuh cinta pada wanita itu? Ayolah, maafkan aku karena membentakmu tadi dan karena terus menunda pertunangan kita. Aku benar-benar hanya sedang sangat sibuk di kantor," jawab Adrian lembut seraya bergeser mendekat dan meraih kedua tangan Felicia dengan mesra.

"Kamu tahu sendiri tentang skandal yang terjadi beberapa bulan lalu antara Ibu dan Erika, bukan? Hal itu sangat memengaruhi reputasi perusahaan kita hingga kami kehilangan banyak investor besar. Karena itulah belakangan ini aku sangat sibuk menemui mereka kembali, mencoba meyakinkan mereka agar mau bermitra lagi dengan Hart Group." Adrian menarik tubuh Felicia ke dalam pelukan hangatnya. "Mulai sekarang, aku berjanji akan lebih fokus pada hubungan kita berdua." Ia lalu mengecup kening Felicia dengan penuh kasih sayang.

Adrian memang telah membulatkan tekad untuk melupakan Erika sepenuhnya. Lagipula, hubungan mereka sudah lama berakhir. Sudah berbulan-bulan ia tidak melihat wanita itu. Meski untuk beberapa alasan yang tidak ia pahami sendiri ia sempat menyewa detektif swasta untuk melacak keberadaan Erika, hasilnya tetap nihil. Erika kini hanyalah masa lalu, dan fokus utamanya sekarang adalah Felicia, wanita yang akan membangun masa depan dan keluarga bersamanya.

Felicia merasa bodoh karena sempat mencurigai Adrian masih memiliki perasaan pada Erika. Setelah mendengar kata-kata manis dan penjelasan logis tersebut, ia menjadi sepenuhnya yakin bahwa Adrian adalah miliknya, begitu pun sebaliknya. Tidak ada lagi ruang untuk Erika di antara mereka. Tubuh Felicia perlahan menjadi lebih rileks di dalam dekapan erat Adrian.

Adrian mulai menggerakkan tangannya, membelai punggung Felicia dengan perlahan sembari menanggalkan pakaian wanita itu satu demi satu. Ia membutuhkan pelampiasan untuk meredakan seluruh stres yang menderanya. Felicia membalas perlakuan itu dengan gairah yang sama; sudah cukup lama sejak terakhir kali mereka saling mendekap dan menyentuh secara intim.

Adrian mulai mencium bibir Felicia dengan penuh tuntutan sembari menuntunnya perlahan ke atas ranjang. Tubuh Felicia rebah dengan punggung menyentuh kasur, sementara Adrian segera memosisikan diri di atasnya tanpa memutuskan ciuman mereka. Hasrat yang menggebu telah menguasai akal sehat keduanya. Malam itu, mereka berdua larut dalam pemuasan nafsu yang membara, menyatukan tubuh dalam keintiman yang penuh gairah.

Sementara itu, jauh dari California, Erika sedang berada di taman halaman belakang rumah ibunya, menyiram deretan bunga yang bermekaran indah. Aktivitas itu mendadak mengingatkannya pada taman milik Nenek Elizabeth di mansion keluarga Hart. Dulu ia merawat tanaman-tanaman di sana dengan penuh kasih sayang layaknya seorang bayi, dan kini ia sedikit penasaran apakah ada orang yang merawatnya dengan baik. Erika mengedikkan bahunya acuh; ada banyak pelayan di rumah itu, dan ia sangat yakin Nenek Elizabeth pasti akan memastikan tanaman kesayangannya diurus dengan benar.

Erika telah menghabiskan beberapa waktu untuk berkeliling menikmati keindahan San Francisco bersama Monica dan ibunya sejak pertama kali tiba. Namun sekarang, ia ingin melakukan sesuatu yang jauh lebih produktif daripada sekadar duduk diam di rumah sepanjang hari. Setelah menyelesaikan urusan taman, ia melangkah masuk ke dalam rumah dan mendapati sang ayah sedang duduk santai di sofa, menonton berita bisnis di televisi seperti rutinitasnya sehari-hari meski statusnya kini sudah pensiun.

Erika berjalan mendekat dan langsung memeluk leher ayahnya dari belakang. "Hai, Ayah."

"Bagaimana kabarmu, Putri Kecil?" balas James Walters sembari menepuk lembut lengan putrinya.

Lihat selengkapnya