Mantan Suami Ingin Rujuk Setelah 3 Tahun Bercerai

Best Siallagan
Chapter #14

Selangkah Lebih Waspada

Seluruh jajaran dewan direksi seketika tersentak kaget. Sejak kapan tiga bersaudara Walters memiliki seorang adik perempuan? Apakah dia selama ini disembunyikan? Ataukah dia hanya seorang sepupu jauh yang kemudian diangkat menjadi adik? Berbagai spekulasi dan pertanyaan membingungkan langsung memenuhi benak mereka, memicu bisik-bisik riuh yang berpindah dari satu kursi ke kursi lain.

Salah satu pemegang saham, seorang pria paruh baya dengan perut buncit yang gemuk dan wajah berlemak, menatap Felix dengan pandangan sangsi. Pria itu bernama Tuan Carmichael. Ia telah bergabung dengan dinasti Walters sejak zaman James Walters menjabat sebagai CEO, dan ia sama sekali belum pernah mendengar kabar bahwa keluarga legendaris itu memiliki seorang anak perempuan.

"Felix, apakah dia benar-benar adik kandungmu?" tanya Tuan Carmichael dengan nada menyelidik yang kentara.

"Benar, Tuan Carmichael. Dia adalah adik kandungku. Dan persis seperti yang kukatakan tadi, Erika akan menjadi Kepala Departemen Keuangan yang baru. Keputusan ini mutlak dan tidak bisa diganggu gugat," tegas Felix dengan wibawa penuh. Ia tahu persis isi kepala para investor tua itu, sehingga ia sengaja mengulangi kalimatnya dengan penekanan yang tajam.

Beberapa pemegang saham yang telah berusia di atas 50 tahun mulai menatap Erika dengan pandangan tidak senonoh, sementara sebagian lainnya masih memicingkan mata penuh kecurigaan, menolak percaya begitu saja bahwa Erika adalah putri berdarah murni klan Walters.

Erika merasakan gejolak jijik di dalam dadanya akibat tatapan-tatapan kotor tersebut, namun ia tetap mempertahankan topeng ketenangannya dengan sangat sempurna. Ia menegakkan tubuhnya dan tersenyum profesional.

"Selamat pagi semuanya. Namaku Erika Walters. Seperti yang baru saja disampaikan oleh kakakku, aku akan memimpin departemen keuangan mulai hari ini, dan aku sangat berharap bisa membangun hubungan kerja sama yang baik dengan Anda sekalian," ucap Erika dengan suara yang lugas. Ia menoleh ke arah Felix, yang langsung membalasnya dengan anggukan penuh kebanggaan.

Erika kemudian melangkah menuju kursinya untuk mengikuti jalannya rapat. Karena ini merupakan hari pertama baginya untuk beradaptasi, rapat pembahasan agenda perusahaan hanya berlangsung selama tiga puluh menit sebelum akhirnya dibubarkan.

Setelah ruang rapat kosong, semua orang bergegas kembali ke divisi masing-masing. Erika berjalan mengekor di belakang ketiga kakak laki-lakinya yang berniat mengantarnya ke ruang kerja baru. Begitu pintu ruangan dibuka, Erika terpana melihat interior kantornya yang didesain sangat indah, lengkap dengan semua fasilitas penunjang kerja kelas satu. Rasa bahagia membuncah di hatinya, dan ia segera berbalik untuk memeluk kakak-kakaknya satu per satu.

Michael menatap adiknya lekat-lekat setelah pelukan mereka terlepas. "Erika, kakak tahu kamu pasti sangat senang sekarang, dan kakak juga yakin kamu akan membuat kami semua bangga. Tapi, tolong tetaplah waspada dan berhati-hati." Michael sengaja menekankan kalimat itu karena ia menyadari tatapan penuh nafsu dari beberapa investor tua di ruang rapat tadi. Ia sangat khawatir bajingan-bajingan itu akan mencari kesempatan untuk mempersulit posisi Erika.

Erika langsung menangkap arah kekhawatiran kakaknya. Ia tersenyum menenangkan. "Kak Mike, jangan cemas. Aku bukan lagi gadis remaja yang naif. Aku bisa menjaga diriku sendiri dengan sangat baik. Lagipula, Felix sedang melatih kemampuan bela diriku secara intensif, jadi aku pasti bisa menghadapi mereka jika mereka berani macam-macam."

Daniel tiba-tiba menyahut dengan kekehan geli, "Oh ya? Aku jadi teringat laporan Felix kemarin. Dia menyuruhmu berlari tiga putaran di halaman rumah, tapi kamu bahkan tidak sanggup menyelesaikan putaran pertama."

Lihat selengkapnya