Erika menatap jajaran wadah makanan di hadapannya dengan alis bertaut. Porsi yang tersaji di atas meja kopi itu terlalu berlebihan. Ada tater tots yang garing, apple pie dengan aroma kayu manis yang kuat, burrito ayam lengkap dengan nasi dan kacang, beberapa tangkup hamburger, salad protein, hingga roti lapis alpukat telur.
"Felix akan bergabung dengan kita?" tanya Erika, menatap Ethan bergantian dengan kue key lime yang disiapkan sebagai hidang pencuci mulut. Makanan ini cukup untuk memberi makan sepuluh orang staf keuangan di divisinya.
"Tidak, hanya kita berdua," Ethan menarik salah satu kursi lipat berlapis kulit di sudut ruangan, menggesernya mendekat ke meja. "Felix sedang meninjau dokumen audit di ruangannya. Silakan dinikmati."
Aroma gurih yang menguar kuat membuat Erika kehilangan argumen. Sejak keluar dari kediaman Hart, ia jarang menikmati makanan dengan tenang. Erika mengambil sepotong apple pie, menggigit ujungnya yang renyah, dan seketika seulas desah kepuasan lolos dari bibirnya. Perpaduan manis dan asam apelnya begitu pas, jenis rasa yang belum pernah ia temui di restoran mana pun di Manhattan.
Erika berpindah ke roti lapis alpukat, mengabaikan formalitas rekan bisnis yang biasa ia terapkan. Ethan hanya diam di seberang meja, menumpukan dagu pada sebelah tangannya, memperhatikan setiap kunyahan Erika dengan punggung yang tegak kaku—menanti sebuah penilaian.
"Kamu menyukainya?" tanya Ethan akhirnya, memecah keheningan yang didominasi denting garpu.
Erika menelan makanannya terburu-buru, lalu meraih segelas air untuk membersihkan tenggorokan. "Ini luar biasa. Di mana kamu membelinya? Aku rasa aku harus menjadikan restoran itu langganan tetapku mulai hari ini."
"Aku tidak membelinya," Ethan mengambil sebuah hamburger, membongkar bungkus kertasnya dengan tenang. "Aku memasaknya sendiri di dapur mansion pagi tadi."
Uhuk!
Erika tersedak air yang baru saja diteguknya. Ethan dengan sigap bangkit, melangkah memutari meja, lalu menepuk punggung Erika dengan ritme lembut yang berhati-hati sampai napas wanita itu kembali teratur.