Mantan Suami Ingin Rujuk Setelah 3 Tahun Bercerai

Best Siallagan
Chapter #21

Kehilangan Kendali

Ke mana sebenarnya jalang itu bisa pergi? Pertanyaan itu terus berputar di kepala Felicia, memicu rasa frustrasi yang membakar dadanya. Sepanjang yang ia tahu, Erika hanyalah seorang yatim piatu miskin tanpa latar belakang finansial yang jelas. Mustahil wanita itu memiliki dana untuk melarikan diri ke luar negeri, apalagi menyembunyikan jejak digitalnya dengan begitu rapi. Asumsi ini semakin memperkuat keyakinan Felicia: Erika pasti telah menemukan pria kaya baru yang bersedia menjadi tamengnya.

Dengan napas memburu dan air mata yang merusak riasan wajahnya, Felicia menyambar tas jinjingnya. Ia tidak tahan lagi berada di mansion baru yang terasa mencekik itu, lalu memutuskan berkendara menuju kediaman utama keluarga Evans.

Begitu melangkah melewati pintu masuk, ia melihat ibunya sedang duduk tegang di sofa ruang tamu, terlibat dalam diskusi serius yang berbisik dengan sang ayah. Aroma cerutu yang pekat dan ketegangan yang menggantung di udara menandakan bahwa badai skandal telah sampai ke telinga mereka.

"Ibu, Ayah... PLAK!"

Kalimat Felicia terputus di udara. Sebelum ia sempat melangkah lebih jauh ke dalam ruangan, sosok Lucas Evans sudah menerjang maju. Sebuah tamparan keras mendarat telak di pipi kiri Felicia, meninggalkan bunyi hantaman yang menggema di langit-langit ruangan yang tinggi.

Felicia refleks mencengkeram pipinya yang seketika mati rasa, rasa panas mulai menjalar hingga ke telinga sementara air mata mengalir deras. Sepanjang hidupnya, ia adalah putri kesayangan yang selalu dimanja. Lucas tidak pernah sekalipun mengangkat tangan padanya, terutama setelah Felicia berhasil mengikat Adrian Hart dan membawa keuntungan bisnis bagi keluarga mereka.

Lucas Evans menatap putrinya dengan napas terengah-engah, dadanya naik-turun oleh amarah yang membakar. Tangannya kembali melayang, bersiap melayangkan pukulan lain jika saja Jessica Evans tidak segera bangkit dan menahan lengan suaminya dengan kuat.

"Anak sialan! Kau tahu kehancuran apa yang sudah kau bawa ke pintu rumah kita, Hah?!" raung Lucas, suaranya menggelegar hingga membuat para pelayan di sudut ruangan menunduk ketakutan.

Felicia menyeka air matanya dengan punggung tangan yang gemetar. "Aku tidak bermaksud begitu, Ayah. Aku tidak pernah mengira rekaman itu akan bocor... ini semua salah Erika! Wanita jalang itu yang merencanakan ini!"

PLAK!

Satu hantaman keras kembali mendarat, kali ini di pipi kanan Felicia. Kekuatan pukulan Lucas membuat tubuh Felicia terhuyung ke samping dan jatuh terjerembap ke atas lantai marmer yang dingin, bertumpu pada pinggulnya.

Lihat selengkapnya