Dua minggu berlalu sejak skandal itu meledak, namun atensi publik New York mendadak bergeser. Sebuah skandal baru yang melibatkan seorang politikus papan atas tiba-tiba mencuat ke permukaan, mengubur pelan-pelan rekaman panas yang seharusnya menghancurkan keluarga Hart dan Evans.
Di dalam ruang kerjanya, Erika menatap tajam ke arah layar ponsel dengan garis alis yang menyatu. Laporan pergerakan bursa efek menunjukkan kurva yang tidak masuk akal: aset Evans Corporations merangkak naik sebesar 10%, sementara Hart Corporations melonjak hingga 15%.
Video di server independen mereka belum dihapus—Erika tahu betul benteng digital Daniel tidak bisa ditembus. Namun, arus algoritma media sosial sengaja dialihkan oleh kekuatan tak terlihat. Tanpa membuang waktu, Erika menekan tombol panggilan cepat ke nomor Daniel.
"Kau sudah melihat laporan bursa efek pagi ini? Apa yang terjadi?" tanya Erika langsung saat sambungan terhubung.
Di seberang telepon, terdengar desah napas berat Daniel diikuti ketukan jemari pada papan ketik. "Ya, aku sedang mengawasinya. Mereka tampaknya sadar tidak bisa menurunkan video itu secara paksa, jadi mereka menggunakan strategi pengalihan isu berskala besar untuk mencuci opini publik. Aku masih menyimpan sisa berkas rekaman lainnya. Kau ingin aku melepasnya sekarang?"
Mata Erika menyipit dingin, menatap keluar jendela kaca yang menampilkan deretan gedung pencakar langit Manhattan. "Ya. Kali ini, lepas semuanya sekaligus. Seluruh foto, video tersisa, dan rekaman suara tanpa ada yang ditahan. Sepertinya aku terlalu berbaik hati memberikan mereka napas selama dua minggu ini."
Rencana awal Erika adalah membiarkan mereka tersiksa di dalam ketidakpastian selama satu bulan penuh sebelum melepaskan serangan berikutnya. Namun, jika ia membiarkan sisa dua minggu ini berjalan tanpa perlawanan, pergerakan saham kedua keluarga itu akan kembali stabil seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Erika tidak akan membiarkan kejahatan mereka dimaafkan begitu saja oleh waktu.
Pada saat yang sama, di dalam salah satu kamar suite mewah sebuah hotel bintang lima yang terisolasi di sudut pinggiran kota, Felicia menyandarkan kepalanya yang letih pada dada seorang pria. Pria itu bertubuh tambun dengan guratan usia yang sudah pantas menjadi ayahnya—Tuan Douglas, salah satu taipan paling berpengaruh dan pemilik jaringan bisnis raksasa di California.
Felicia telah berhasil menjerat pria tua itu dalam pesonanya beberapa waktu lalu. Sejak saat itu, kamar hotel ini menjadi tempat pelarian rahasianya setiap kali ia membutuhkan kekuatan atau koneksi yang tidak bisa ia dapatkan dari keluarganya sendiri maupun dari Adrian.
Ketika badai internet mulai mengancam karier modelnya, Tuan Douglas adalah satu-satunya pintu darurat yang ia ketuk. Pria itu tahu Felicia baru saja menikah, dan Felicia pun tahu pria itu memiliki keluarga, namun moralitas tidak pernah ada dalam kamus hubungan mereka. Ini adalah transaksi bisnis yang saling menguntungkan: Felicia memanfaatkan jaringan kekuasaan pria itu, dan Tuan Douglas menikmati tubuh molek sang model.
Tuan Douglas memang tidak memiliki kemampuan untuk menembus proteksi server yang mengunci video skandal Felicia, namun ia memiliki dana yang cukup besar untuk menyewa agensi papan atas demi menaikkan isu baru ke permukaan. Tidak hanya itu, ia juga menyuntikkan dana investasi segar ke dalam portofolio Evans dan Hart Corporations untuk merangsang kepercayaan pasar.
"Anda benar-benar menyelamatkanku kali ini, Sayang. Terima kasih," bisik Felicia dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, jemarinya bergerak lambat di atas dada pria itu.