Cermin besar di ruang kerja eksekutif Anderson Corp memantulkan siluet Ethan yang sedang berdiri menghadap jendela. Tatapannya tertuju pada grafik pergerakan bursa efek yang merosot tajam di layar gawai miliknya. Kurva merah menukik tanpa ampun: aset Evans Corporations anjlok hingga 20%, sementara Hart Corporations mengekor di angka 18%. Pesta pernikahan yang megah itu kini berubah menjadi panggung eksekusi publik.
Ethan membalikkan tubuh, menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan kepuasan dingin. Ia tidak membuang waktu; satu perintah singkat segera dikirimkan kepada tim finansialnya untuk menarik mundur seluruh investor strategis yang berada di bawah pengaruh Anderson Corp dari proyek-proyek gabungan kedua keluarga tersebut. Di dunia spekulasi modal, tidak ada investor yang sudi menanamkan uang pada entitas yang memiliki cacat moralitas di mata publik, bahkan jika itu menyangkut urusan personal. Kepercayaan yang runtuh berarti hilangnya jaminan keuntungan.
Meskipun beberapa minggu ini ia sengaja membatasi jarak dan belum bisa menemui Erika demi menjaga kerahasiaan rencana adiknya, Ethan tahu wanita itu sedang mengendalikan keadaan dengan sangat baik dari balik layar.
Di belahan kota yang berbeda, atmosfer di dalam penthouse baru keluarga Hart terasa begitu pekat oleh keputusasaan. Felicia berdiri di sudut kamar dengan rambut yang sedikit berantakan, melayangkan sumpah serapah tanpa henti ke arah dinding kosong. Sudah satu minggu sejak Daniel melepaskan gelombang kedua rekaman suara dan foto-foto intimidasi masa lalu ke internet, dan tekanan publik telah membawanya ke ambang batas kewarasan.
Adrian tidak pernah pulang ke mansion ini sejak malam itu. Pria itu memilih mengurung diri di ruang kerjanya di kantor pusat, mencoba segala cara yang mustahil untuk membendung kebocoran data. Felicia sudah kembali mendatangi Tuan Douglas, memohon otoritas pria tua itu untuk menekan agensi media, namun suntikan dana dari California kali ini tidak lebih dari sekadar perban kecil untuk luka yang terlanjur menganga lebar.
Kehancuran sosial ini berdampak langsung pada hubungan keluarganya. Lucas Evans telah mengeluarkan perintah tegas yang melarang Felicia menginjakkan kaki di kediaman utama Evans; sang ayah menganggapnya sebagai pembawa sial yang meruntuhkan harga saham perusahaan. Jangankan menghadiri pemotretan, melangkah keluar pintu rumah pun Felicia harus siap menerima tatapan menghina dan bisik-bisik tajam dari orang-orang sekitar. Semua ini karena Erika, racun itu terus berakar di kepalanya. Namun hal yang paling membakar amarahnya adalah kenyataan bahwa tiga tim penyelidik swasta yang ia bayar mahal tetap memberikan hasil yang sama: keberadaan Erika Walters tidak dapat dilacak.
Sementara itu, di kediaman utama keluarga Hart, ketegangan tidak kalah hebatnya. Mary Hart dan Juliet duduk berhadapan di ruang keluarga. Berbeda dengan publik yang menghujat Felicia, kemarahan mereka berdua sepenuhnya terarah pada satu nama: Erika. Bagi mereka, tindakan Felicia mengirimkan video-video itu adalah hal yang wajar untuk menyingkirkan wanita parasit, namun mereka tidak pernah menyangka Erika memiliki keberanian untuk menyebarkannya ke ruang publik.
Mary mengatupkan rahangnya begitu rapat hingga bunyi gemertak giginya terdengar jelas di keheningan ruangan. "Jalang sialan itu... berani-beraninya dia?" desisnya, jemarinya mencengkeram sandaran kursi beludru hingga memutih. Jika Erika berdiri di depannya saat ini, Mary tidak akan ragu untuk mencabik wajah wanita itu.
Ketakutan terbesar Mary bukanlah runtuhnya moralitas anaknya, melainkan hilangnya kenyamanan kelas atas yang selama ini ia pertahankan dengan susah payah di dalam lingkaran elit New York. Jika skandal ini tidak segera padam, seluruh aset yang menopang gaya hidupnya akan lenyap. Mary menyambar ponselnya, menekan nomor lama Erika untuk yang kesekian kalinya, namun suara operator yang monoton kembali menjawabnya. "Bangsat!" umpatnya kasar, melempar benda itu ke atas meja.
Di lantai atas kantor cabang Walters Corporation, Erika justru sedang menikmati cangkir kopi keduanya dengan tenang. Ketukan jemarinya pada papan ketik komputer terdengar ritmis, senyumnya mengembang lebar saat melihat laporan terbaru dari informan Felix: Evans Corp kini mencatat penurunan total hingga 30%, sementara Hart Corp merosot di angka 26%.
Erika sengaja membidik Evans Corporations terlebih dahulu sebagai hidangan pembuka untuk menghancurkan pilar pelindung Adrian, sebelum nantinya ia menghabisi Hart Corporations sebagai hidangan penutup. Semua berjalan sesuai dengan garis waktu yang ia inginkan.