Namaku Dimas. Semenjak lulus dari SMA tahun lalu, sudah hampir setahun ini aku menganggur dan tanpa aktivitas yang berarti apapun. Jangankan mendapatkan pekerjaan, pacarpun bahkan belum punya. Sehari - hari hanya sibuk menonton televisi, bermain games, bermedia sosial, dan kadang - kadang juga disuruh oleh orang tua mengerjakan pekerjaan rumah.
"Dim!"
"Iya Ma."
"Ada temen kamu tuh nyariin!"
"Siapa?"
"Gilang."
"Oh iya, bilangin tunggu sebentar."
Gilang adalah sahabat SMAku dulu. Salah satu sahabat terdekatku. Bahkan kami selalu satu kelas dari awal masuk SMA.
"Tumben. Ada apa ya ia kemari!"
"Hai Lang. Ada apa nih?"
"Ah enggak kok Dim. Cuma mau main - main aja. Gimana, apa aktivitas kamu sekarang ini?"
"Paling kebanyakan di rumah aja Lang. Kamu sendiri gimana?"
"Sama saja Dim. Itulah sebabnya aku kemari. Dari pada kita nganggur enggak keruan, pekerjaan pun juga belum didapat. Gimana kalau kita lanjut kuliah dulu aja di luar kota. Kan seru!"
"Ehm, boleh juga tuh. Aku setuju dengan ide kamu Lang!"
"Kalau begitu kamu tinggal dapatkan izin dari orang tua kamu aja terlebih dahulu Dim!"
"Kalau kamu sendiri Lang!"
"Ya sudahlah Dim. Makanya aku ke sini mau ajakin kamu juga!"
"Baiklah nanti aku minta izin terlebih dahulu juga sama orang tua aku."
"Oke kalau sudah dikasih izin nanti kamu kabarin aku ya! Eh iya, nanti malam mau ikutan ke pasar malam nggak! Tapi harus bawa pasangan masing - masing. Soalnya aku ajak Cindy juga."
"Cindy! Kamu jadian ya sama dia?"
"Ah enggak kok cuma TTM aja. Hhehe."
"Tapi Lang, enggak ada pasangan yang bisa aku ajak nih. Gimana dong?"
"Jangan bilang dari dulu sampai saat ini kamu masih aja menjomblo!"
"Memang iya."
"Hahaha, Masak sih Dim?"
"Jangan ketawa gitu dong. Soalnya susah nih cari cewek yang cocok sama aku."
"Kayak cari pasangan sepatu aja harus cocok. Kamu terlalu pemilih sih. Kalau begitu nanti aku suruh Cindy deh untuk ajak temannya. Kan enggak lucu tuh kalau kamu hanya jadi obat nyamuknya doang. Hhaha.
"Ngomongin apaain sih seru banget sepertinya!"
"Ah enggak kok Tante. Cuma cerita masa - masa SMA dulu aja sama Dimas."
"Oh Tante kira ngomongin apaan sampai seru kayak gitu. Kamu mau minum apa Gilang ?"
"Ah enggak usah repot - repot kok Tante. Lagian Gilang juga udah mau langsung pamit aja."
"Cepat sekali."
"Iya soalnya ada keperluan sedikit Tante. Baiklah nanti kalau jadi aku hubungin lagi ya Dim!"
"Oke Lang sampai ketemu nanti malam ya!"
Kemudian.
"Eh iya Ma. Dimas kan belum dapat pekerjaan tuh sampai dengan saat ini!"
"Ya iyalah, kerjaan kamu kan hanya malas - malasan doang enggak mau berusaha."
"Bukannya enggak mau berusaha Ma. Susah kalau hanya tamatan SMA kayak aku begini untuk melamar pekerjaannya. Apalagi zaman sekarang ini. Nah maksud Dimas mendingan Dimas ambil titel aja terlebih dahulu!"
"Maksudnya kamu mau lanjutin kuliah dulu gitu?"
"Iya Ma. Bolehkan!"
"Ya udah kamu tinggal ngomong aja sama Papa kamu sana! Yang punya uang kan Papa kamu.
"Tapi Dimas kuliahnya di luar kota ya!"
"Kenapa mesti di luar kota, di sini aja kan banyak tempat kuliahan."
"Ah Ma enggak seru. Lagian kan supaya Dimas bisa belajar lebih mandiri lagi gitu!"
"Alah, alasan kamu aja. Bilang aja supaya bisa bebas dan enggak ada yang ngawasi kan?"
"Enggaklah Ma. Buktinya kan banyak juga teman Dimas yang kuliah di luar kota sana."
"Ya udah terserah kamu ajalah Dim. Sekarang Mama mau pergi creambath dulu ke salon. Kamu jangan kemana - mana ya! Soalnya rumah enggak ada yang jagaain."
Kalau begitu sekarang aku tinggal dapat persetujuan dari Papa! Sambil nungguin Papa pulang sebaiknya nonton tv aja dulu.
Tidak beberapa lama.
Ting - tong .....
"Eh Papa, cepat sekali udah pulang. Mau Dimas bikinin kopi nggak?"
"Tumben kamu mau bikinin kopi Papa! Emangnya Mama kamu ke mana?"
"Barusan aja keluar Pa. Katanya tadi mau creambath di salon."
"Tapi buat kopinya jangan terlalu manis ya Dim!"
"Kalau kopinya enggak terlalu manis biasanya Papa pakai gulanya berapa sendok!"
"Cukup satu setengah sendok teh aja."
Lalu.
"Nah ini dia kopi buatan Dimas sudah jadi. Coba deh Papa cicipin pasti rasanya pas. Oh iya Pa. Boleh enggak Dimas minta sesuatu sama Papa?"