Manusia Yang Hilang Arah

Ahmadan Aulia Jauhar
Chapter #7

Kehilangan diri sendiri

Chapter 7

Kehilangan Diri Sendiri

Ada satu fase dalam hidup ketika seseorang tidak lagi menangis karena kehilangan orang lain.

Melainkan karena kehilangan dirinya sendiri.

Dan Arka sedang berada di fase itu.

Pagi datang seperti biasanya.

Matahari masuk perlahan melalui celah jendela kamar, menerangi ruangan sempit yang masih dipenuhi suasana dingin malam sebelumnya. Suara kendaraan dari luar rumah mulai terdengar, menandakan dunia kembali berjalan seperti biasa.

Namun bagi Arka, waktu terasa berhenti.

Ia masih duduk di lantai kamarnya sejak tadi malam. Matanya sembab. Di sampingnya terdapat beberapa bungkus rokok kosong dan secangkir kopi yang sudah dingin sejak beberapa jam lalu.

Ia tidak tidur.

Belakangan ini tidur terasa seperti sesuatu yang sulit dijangkau.

Karena setiap kali memejamkan mata, pikirannya justru semakin ramai.

Arka menatap kosong ke arah cermin kecil di depan lemari.

Lama.

Sangat lama.

Sampai akhirnya ia berdiri perlahan dan berjalan mendekat.

Pantulan wajah itu terlihat asing.

Mata lelah. Wajah pucat. Tatapan kosong yang tidak lagi memiliki semangat seperti dulu.

Dan untuk pertama kalinya, Arka benar-benar merasa tidak mengenali dirinya sendiri.

“Aku sebenarnya jadi siapa sekarang…?”

Suara itu keluar lirih dari bibirnya sendiri.

Kadang hidup terlalu sibuk menghancurkan seseorang sampai orang itu lupa bagaimana bentuk dirinya sebelum terluka.

Arka menyentuh cermin pelan.

Dulu ia adalah seseorang yang memiliki banyak mimpi.

Ia pernah ingin menjadi manusia yang berguna. Membahagiakan orang tua. Memiliki hidup yang tenang. Dicintai dengan tulus.

Namun sekarang…

Bahkan untuk memahami dirinya sendiri saja ia sudah tidak mampu.

Ia kehilangan terlalu banyak hal dalam waktu yang bersamaan.

Kepercayaan.

Ketenangan.

Semangat hidup.

Dan yang paling menyakitkan…

Ia kehilangan dirinya sendiri.

Ponselnya berbunyi pelan.

Pesan dari Reno muncul di layar.

“Masuk kampus gak hari ini?”

Arka membaca pesan itu tanpa niat membalas.

Entah sejak kapan dirinya mulai menjauh dari semua orang.

Ia lelah berpura-pura baik-baik saja di depan manusia lain.

Karena setiap kali seseorang bertanya “lu gapapa?”, dirinya selalu harus berbohong dengan jawaban yang sama.

“Aku baik-baik aja.”

Padahal kenyataannya, ia bahkan tidak tahu bagaimana cara menyelamatkan dirinya sendiri.

Arka menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.

Lihat selengkapnya