Mari Tinggal Sejenak

Sora Hanae
Chapter #8

6 - Anara

TAHUKAH kau, mengapa kalimat hati-hati di jalan mengandung doa yang paling berat? 

Karena kau tidak pernah tahu kapan perjalananmu tidak berakhir di rumah. 

Pada hari ketika orangtuaku meninggal, mereka baru saja kembali dari acara makan malam untuk merayakan ulang tahun pernikahan. Itu adalah tradisi yang mereka jaga selama bertahun-tahun, menghabiskan satu malam berdua untuk mengingat janji yang pernah mereka katakan puluhan tahun silam: untuk saling mencintai satu sama lain sampai maut memisahkan. 

Tetapi bahkan maut tidak bersedia memisahkan mereka. 

Maut memisahkan mereka dari kami.

Saat aku dan Raka berangkat pagi ini, aku melihat hantu ayah dan ibuku melambaikan tangan pada kami dari teras depan sementara mobil milik Raka melaju ke luar dari halaman. Aku menggigit bibir bawahku, mendadak dipenuhi oleh ketakutan yang tidak masuk akal bahwa ketika kami kembali nanti, mereka tidak akan ada di sana. 

Dasar bodoh. 

Sudah lama aku tidak melakukan perjalanan panjang seperti ini bersama Raka, tapi selain kebosanan akut yang kurasakan saat menatap ke luar jendela mobil, pemandangan yang disuguhkan oleh Desa Seroja ternyata lumayan indah. Dan udaranya segar, tidak dipenuhi oleh polusi pekat seperti di Jakarta. 

Entah itu hal yang harus kusyukuri atau tidak. 

Rumah itu tidak terlihat seperti apa pun yang ada di bayanganku. Kesan pertamaku saat melangkah masuk ke dalam adalah… seperti memasuki mesin waktu. Tempat itu seolah berada di masa lalu. Dan beraroma persis seperti masa lalu. Hampir semua perabotannya terbuat dari kayu jati yang kokoh, dan samar-samar aku bisa mencium aroma vanili dari gorden yang digantung di jendela. Pasti begini rasanya saat berkunjung ke rumah kakek dan nenek—andai kami memilikinya.

“Nggak terlalu buruk, kan?” kata Raka sambil menekan saklar lampu yang kemudian menciprati kepala-kepala kami dengan cahaya beraksen hangat. Warnanya membuat kulit kami terlihat lebih kuning, menurutku membuat kami seperti terkena penyakit hati. 

Aku tidak tahu seperti apa definisi buruk baginya tapi setidaknya rumah ini berada dalam kondisi yang ‘cukup’ bersih. Seperti katanya, mungkin ada pihak yang sengaja dimintai tolong untuk merawat rumah ini, meski tak ada yang menghuni—-kenapa?

Lihat selengkapnya