Mari Tinggal Sejenak

Sora Hanae
Chapter #15

13 - Anara

KURASA satu-satunya hal baik yang bisa kukatakan soal rumah ini adalah, mereka tidak membuatku bermimpi buruk. Tidak sepenuhnya. Alih-alih, mimpi-mimpi itu justru berpindah pada Raka. Malam ini bahkan jauh lebih parah dari sebelumnya. Dia sampai mengerang dalam tidurnya. Tubuhnya yang demam dilapisi titik-titik keringat dingin. 

Aku tak yakin kenapa kondisinya tiba-tiba begitu. 

Kemarin setelah kami membongkar ruangan di lantai dua, dia jelas kelihatan tidak normal. Dan benar saja. Tubuhnya demam. Semalam, aku mengompres dahinya dengan handuk kecil yang direndam air hangat. Pagi ini, aku memasak bubur untuk sarapan (agak terlalu encer karena itu adalah kali pertamaku membuatnya), tapi kami mungkin harus pergi ke klinik terdekat. Atau puskesmas—kalau ada. Aku yakin tidak ada rumah sakit di sekitar sini. 

“Nggak usah berlebihan,” kata Raka. Tangannya mengaduk bubur dengan tidak terlalu berminat. Tapi siapa juga yang bakal percaya saat melihat wajah pucatnya itu?

“Raka.”

“Hmm?” Dia mengangkat wajah dari mangkuk buburnya. Dilihat dari dekat, dia memang terlihat tidak sehat. 

“Kapan kita mau pulang ke Jakarta?” tanyaku. 

Raka mengerutkan keningnya dan menatapku dengan sorot mata bertanya. “Kenapa?”

“Aku ingin tahu berapa lama kita akan tinggal di sini,” kataku. 

“Kalau ini soal ruangan di lantai dua—” dia memulai. 

“Bukan cuma itu,” potongku cepat. “Perasaanku nggak enak.”

“Alasannya?”

Aku menelan ludah, berusaha menyusun kata-kata yang berputar di dalam benakku. “Kematian orang-orang di rumah ini, ruangan yang aneh, dan para hantu… aku merasa hanya ada hal-hal buruk yang kita temukan.”

Wajah Raka terlihat semakin pias. 

“Dan kondisimu juga jadi seperti ini hanya dalam dua hari.”

“Aku baik-baik saja, oke?” sergahnya. “Aku masih ingin tinggal lebih lama di sini dan mencari tahu apa yang mungkin ditinggalkan oleh ayah dan ibu.”

“Tapi, mereka nggak pernah tinggal di sini,” kataku.

“Kita belum tahu pasti soal itu,” kata Raka, keras kepala. “Sebentar lagi saja. Aku janji kita akan pulang. Tapi bukan sekarang. Masih ada yang ingin kucari tahu.”


***

Lihat selengkapnya