Mari Tinggal Sejenak

Sora Hanae
Chapter #29

27 - Anara

BEGITU Pak Atmadja terjatuh, semua orang yang ada di meja makan itu bangkit berdiri dari kursi dengan serentak. Aku memandang busa putih yang menyembur dari mulutnya, menempel dengan ganjil di dagunya, mengalir ke lehernya. Lalu, kepanikan meledak. Situasi langsung berubah kacau.   

Aku melihat Mahes dan seorang warga lain berlari menghampiri Pak Atmadja lalu berlutut di samping kanan-kirinya. Mahes menempelkan kepalanya ke dada Pak Atmadja. Wajahnya dipenuhi kengerian yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata. 

Lalu kurasakan tangan seseorang meraihku dan memaksa menarik lenganku ke luar dari ruangan. Raka mengikuti di sampingku. Aku menoleh ke belakang dan melihat wajah Sena mengeras. Dia menggiring kami berdua ke halaman belakang. Setelah menutup pintu dengan ekstra hati-hati, dia meremas bahuku dan Raka.

“Kalian berdua harus pergi,” desisnya. Matanya yang gelap menatap kami bergantian, tatapannya terlihat agak kalut.

“Apa—apa yang terjadi?” bisikku. Napasku masih tersengal. “Dia… Pak Atmadja…”

“Dia… meninggal?” sela Raka cepat.

“Kita belum tahu soal itu,” potong Sena tak sabar. 

Dia mengedarkan pandangan ke sekeliling, seolah memastikan tak ada warga yang mengikuti kami. “Sudah kubilang sebelumnya, kan? Dia mengincar kalian.” Wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang tak bisa dijelaskan. 

“Kenapa kalian menuruti undangannya ke sini?”

“Bagaimana bisa kami menolak?” cetusku.

“Ini bukan saatnya menyalahkan kami,” sela Raka. “Kamu tahu sesuatu, kan? Apa yang dia minum di cawannya?”

Sena mengusap-usap kepalanya dengan kasar. “Aku menukarnya,” akunya. “Aku sudah curiga sewaktu dia memisahkan dua cawan untuk dibawa ke ruang kerjanya, jadi aku menukarnya. Cawan yang dia minum adalah cawan yang seharusnya disuguhkan untuk kalian.”

Lihat selengkapnya