Mari Tinggal Sejenak

Sora Hanae
Chapter #31

29 - Anara

“DI MANA Sena?” gumamku frustasi. Mataku melirik ke arah jarum arloji yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. “Ini sudah lebih dari satu jam. Satu jam lima belas menit!”

Aku dan Raka baru saja selesai memindahkan barang-barang kami ke dalam bagasi mobil, sengaja berlama-lama untuk mengulur waktu. Tapi jangankan wujudnya, seujung bayangan Sena pun tak kunjung kelihatan. Aku kembali menggigit kuku, berjalan bolak-balik di samping badan mobil dengan napas memburu. “Mungkin saja dia dalam bahaya…” gumamku. 

“Na, berhenti.” Raka mencekal lenganku, memaksaku berhenti mondar-mandir. “Aku juga khawatir. Tapi kesepakatannya adalah satu jam. Sekarang sudah saatnya kita pergi.”

“Kita tunggu dia dulu,” aku bersikeras. “Atau kita nggak pergi sama sekali,” pungkasku.

Melihatku yang memilih bersikap keras kepala, sepertinya Raka juga tak punya pilihan lain. “Kita masih nggak tahu apa yang terjadi pada Pak Atmadja, mungkin ini akan berbahaya,” katanya. 

“Kalau begitu, kita harus cari dia,” ucapku.

“Oke, oke.” Raka mengalah. Dia berjingkat menuju gerbang dan mengintip situasi di luar sebelum dia berbalik menghadapku. “Haruskah kita mengecek situasi di sebelah?” usulnya setengah berbisik.

“Kita nggak bisa kembali ke rumah Pak Atmadja!” seruku, setengah menganggapnya gila. Kami baru saja pergi dari sana dan dia ingin kami kembali lagi? “Semua orang ada di sana!”

“Nggak, lihat. Rumah itu kosong,” tunjuknya menembus sela-sela pagar. “Mereka pasti pergi ke tempat lain.”

Aku berjalan menghampiri Raka dengan ragu-ragu, mengikuti arah telunjuknya. Rumah Pak Atmadja memang terlihat sepi. Tapi siapa yang tahu apa yang terjadi di dalam?

Lihat selengkapnya