Mariyam dan Ali

Azrai Putra Barumun Daulay
Chapter #22

Bab 21

Lima bulan setelah kematian anak ketiganya itu, Mariyam kembali mengunjungi makam si Anak untuk kesekian kalinya. Dibersihkannnya daun-daun yang jatuh di makam itu, dicabutinya rumput-rumput liar yang tumbuh di pinggir makam. Ditegakkannya kembali nisan yang masih tegak. Hatinya masihlah dirundung sedih, hanya saja tak lagi menyalahkan diri sendiri. Perkataan Sulliha tempo dululah yang membuat ia tegar; Tak ada hubungannya dengan kelayakan. Sejatinya kematian adalah tanggung jawab tuhan. Dan kita sebagai seorang ibu hanya bisa mengisi hari-hari mereka dengan kebahagian dan kehidupan yang baik.

"Maju…," gumamnya, "Kau anak yang baik, anak yang patuh, maaf Mamak tidak melihat penderitaanmu, maaf Mamak tidak bisa menangkap apa yang sebenarnya kau butuhkan."

Bangkit Mariyam dari simpuhnya, berdiri dia dalam posisi tegak sempurna, menghempaskan segala kotoran yang menempel di telapak tangan, lalu mengambil sekantung bunga-bungaan yang telah ia siapkan di dalam tas selempangnya. Ditaburkannya bunga-bunga itu di atas tanah gundukan, bunga-bunga baru berjatuhan, dan pelan-pelan menutupi taburan bunga-bunga lama. Kini makam Majua tampak segar dan sedikit tercium aroma wangi berkat bunga-bungaan tersebut.

Pulang Mariyam dalam perasaan yang puas seolah beban selama beberapa bulan telah terangkat dari pundaknya. Kini di dalam lubuk hatinya, hanya ada sebuah tekad yang ia pancang, yaitu lebih peka dan tidak akan menuntut terlalu banyak dari anak-anaknya.

Maka dijumpainya kedua anaknya; Wahyu dan Mufida, berbicara dalam empat mata saja.

Berkata dia kepada Wahyu terlebih dahulu di suatu sore, ketika Wahyu tengah asik merapikan tumbuhan seligi, "Wahyu, sebagai ibu aku ini banyak kurangnya. Mamak ingin minta maaf akan hal itu."

"Tak perlu minta maaf Mak. Mamak baik kok," ucap Wahyu cuek, dan terus melakukan kegiatannya.

"Mamak ingin jadi ibu yang lebih baik Wahyu, maka bimbinglah aku dengan mengungkapkan ketidaksukaanmu dan apa-apa yang membebanimu."

Lihat selengkapnya