Blurb
Marlin hanya memiliki sang ibu sebagai keluarga, namanya Sima.
Kehidupan Sima yang miskin membuat Marlin hanya fokus pada ambisi untuk menggapai cita-cita.
Perjalanan Marlin dalam memperjuangkan kebahagiaan yang dia impikan apakah akan berakhir bahagia? Belum tentu.
Novel ini sedikit terinspirasi dari kedurhakaan Malin Kundang. Namun, Marlin bukan putra yang durhaka. Lantas apa yang terjadi? Mengapa hujan, kilatan petir, dan tangisan Sima menutup akhir kisah cerita ini?