MARLIN Story

Deasy Astari Dawangga
Chapter #11

BAGIAN 11

Tin Tin Tin!

Mendapat klakson yang dibunyikan beruntun dari pengendara di belakangnya, membuat Marlin menepikan sepeda motor yang ia kendarai bersama Santi. Kedua anak itu kompak menoleh ke belakang. Santi terperangah, sementara Marlin mendadak bingung melihat reaksi gadis itu.

“Itu mobil Bapakku, Marlin,” ucap Santi seraya turun dari boncengan. Marlin pun mengikutinya.

Benar saja, Pak Broto dan Bu Hani, ibunya Santi keluar dari mobil besar berwarna hitam di sana. Melihat gerak-gerik dan roman muka Pak Broto membuat nyali Marlin menciut.

“Kalian kok bisa bersama?” tanya Pak Broto melirik sinis pada Marlin, sementara Bu Hani hanya menghela nafas seperti Santi. Mereka pasti sudah mengerti kenapa Pak Broto bereaksi begitu.

“Santi tidak sengaja bertemu Marlin di jalan, jadi sekalian Santi ajak pulang bersama,” jelas Santi berusaha menjaga Marlin.

“Kita mau ada acara, cepat pulang. Jangan pakai main segala,” balas Pak Broto dengan suara beratnya.

“Marlin, kamu masih perlu diantar sampai rumah?” tanya Pak Broto beralih pada Marlin. Meski tidak siap mendapat pertanyaan itu, tapi Marlin berusaha tetap tenang. Ia sebentar menoleh pada Santi yang juga menatap padanya.

“Tidak, Pak Broto.” Marlin menjawab dengan santun, lantas kembali bicara pada Santi, “Terima kasih atas tumpangan, Santi. Rumahku sudah dekat, biar aku lanjut jalan kaki saja,” lanjut Marlin membuat Santi menatap sedih.

“Kamu dengar, kan Santi?” ujar Pak Broto mempertegas apa yang harus anaknya itu lakukan.

“Pulanglah. Aku tidak apa,” ucap Marlin pelan seraya tersenyum. Mendengar itu Pak Broto berdecap sebal. Lalu memaksa Santi segera menaiki kembali motornya dan pergi meninggalkan Marlin.

“Aku akan main ke rumahmu, tunggu ya.”

Kata-kata dari Santi cukup untuk menenangkan hati Marlin. Begitu Santi pergi, Pak Broto dan istrinya juga meninggalkan Marlin  begitu saja. Ia berusaha tersenyum dan menunduk sebentar saat mobil mewah itu melewatinya. Setelah itu pandangan Marlin berubah sendu.

“Kenapa aku sedih begini?” gumam Marlin. Biasanya ia tidak peduli orang memberi perlakuan bagaimana, paling ia hanya akan abai atau sedikit jengkel tapi tidak akan sampai sedih.

Lihat selengkapnya