MARLON MAPALA

Putra Setyawan
Chapter #8

OPERASI MENEBUS DOSA

Qoutes:

"Sahabat yang baik itu bukan yang ikut membela saat kita salah.

Tapi yang ngetawain dulu, baru kemudian bantu nyari jalan keluar."



Gue pikir...

Setelah kejadian di taman kemarin...

Masalahnya bakal selesai.

Ternyata...

Justru baru dimulai.

Kampus memang tempat paling ajaib.

Kalau jadwal kuliah berubah...

Beritanya bisa telat tiga hari.

Tapi kalau ada gosip...

Belum lima belas menit...

Satu fakultas udah tahu.

Dan gosip minggu ini...

Ya gue.

Lebih tepatnya...

Mulut gue.

Pagi itu gue baru aja turun dari motor.

Belum sempat buka helm.

Dari kejauhan terdengar suara.

"Eh..."

"Itu tuh..."

"Dokter kulit datang."

Sekelompok anak teknik langsung ketawa.

Gue nengok kanan kiri.

Perasaan gak ada dokter.

Lah...

Ternyata gue yang dimaksud.

"Tai..."

gumam gue pelan.

Belum selesai.

Dua anak ekonomi lewat.

Salah satunya nyeletuk.

"Hati-hati, Bro."

"Kalau jerawatan nanti disukain Marlon."

Mereka langsung kabur sambil ketawa.

Anjir.

Cepat amat gosipnya.

Begitu masuk kantin...

Anak-anak CSC udah ngumpul.

Begitu ngelihat gue.

Semuanya berdiri.

Gue sempat heran.

"Wih..."

"Sampai segitunya nyambut gue?"

Belum sempat duduk.

Mereka serempak tepuk tangan.

"SELAMAT DATANG..."

Jabrik sengaja ngambil napas panjang.

"...DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN!"

Satu kantin langsung pecah.

Gue lempar bungkus rokok ke arah Jabrik.

Dia ngeles sambil ngakak.

"Goblok!"

"Udah..."

kata Gimbal sambil ngelap air mata.

"Jangan diketawain terus."

Gue mulai lega.

Ternyata masih ada yang waras.

"Tapi..."

lanjut Gimbal.

"Gue penasaran."

"Apa?"

"Jerawat yang lo suka itu..."

"Ukuran kecil...atau yang mateng?"

BRAKK!!

Acil sampai jatuh dari bangku saking ketawanya.

Ucup mukul meja.

Jabrik udah gak bisa ngomong.

Cuma nunjuk gue sambil ngakak.

"Lon."

kata Acil setelah ketawanya reda.

"Iya?"

"Lo ini romantis...

Lihat selengkapnya