MARLON MAPALA

Putra Setyawan
Chapter #9

OPERASI PONPON

Qoutes:

"Di setiap kisah cinta, selalu ada sahabat yang rela berkorban.

Walaupun kadang... yang dikorbankan justru dirinya sendiri."


Besok paginya...

Markas CSC kembali ramai.

Bukan karena ada acara.

Bukan juga karena motor siapa yang mogok.

Tapi...

Karena nasib percintaan gue sedang dibahas seperti sidang skripsi.

Jabrik berdiri di depan papan tulis bekas yang entah dapat dari mana.

Di atasnya dia nulis besar-besar.

"OPERASI PONPON"

Di bawahnya ada tiga nama.

Mala

Ponpon

Marlon

Gue langsung geleng-geleng kepala.

"Kalian niat banget."

"Diam."

kata Jabrik.

"Ini masalah besar."

"Masalah siapa?"

"Masalah organisasi."

"Lah?"

"Kalau ketua divisi cinta gagal..."

"Nama CSC ikut jelek."

Satu tongkrongan langsung ngakak.

"Oke."

lanjut Jabrik.

"Masalah utama kita bukan Mala."

"Gimana bisa?"

"Karena..."

Dia nunjuk nama kedua.

"Ponpon."

Semua langsung manggut.

"Iya juga."

Gimbal nyeletuk.

"Selama ada Ponpon..."

"Mala gak pernah sendirian."

Acil yang dari tadi diem tiba-tiba nyeletuk.

"Berarti..."

"Kita tinggal pisahin mereka."

Semua langsung nengok.

"Lah..."

"Caranya?"

Acil senyum misterius.

"Biar gue."

Semua langsung ketawa.

"Lah..."

"Elo?"

"Iya."

"Kenapa elo?"

"Soalnya..."

Acil berdiri.

Ngebenerin kerah jaket.

"Laki-laki itu..."

"Harus berani mengambil risiko."

Jabrik langsung nyeletuk.

"Bahasa lo kayak mau nyebrang lautan."

"Putus asa…..

Mereka tertawa bareng……..

Sore itu...

Acil benar-benar bergerak.

Entah dapat kekuatan dari mana.

Dia mulai mencari semua informasi tentang Ponpon.

Mulai dari jurusan.

Kelas.

Jadwal kuliah.

Sampai...

Alamat rumah.

"Lo dapat dari mana?"

tanya Marlon

Acil nyengir.

"Rahasia."

"Serius."

Lihat selengkapnya