MARLON MAPALA

Putra Setyawan
Chapter #10

CILOK, MISI, DAN RAHASIA CSC

Qoutes:

"Tidak semua misi rahasia berhasil.

Ada juga yang malah bikin hati sendiri kena jebakan."


Begitu masuk ruang tamu...

Acil langsung duduk dengan posisi paling sopan seumur hidupnya.

Biasanya...

Kalau nongkrong di kantin.

Kakinya naik ke kursi.

Tangannya nyender.

Mulutnya gak pernah berhenti ngomong.

Sekarang?

Duduk tegak.

Dua tangan nempel di paha.

Kayak mau wawancara kerja.

Ponpon yang melihat itu langsung senyum tipis.

"Kenapa tegang banget?"

"Gak..."

"Biasa aja."

Padahal...

Keringat Acil udah mulai netes dari pelipis.

Rumah Ponpon ternyata sederhana.

Bersih.

Di dinding ruang tamu ada foto keluarga.

Foto wisuda.

Foto Ponpon waktu kecil.

Ada juga foto ayahnya yang sudah almarhum.

Entah kenapa...

Rumah itu bikin Acil merasa tenang.

Walaupun...

Tatapan ibu Ponpon dari arah dapur masih bikin bulu kuduknya berdiri.

"Nah..."

kata Ponpon sambil duduk.

"Ada urusan apa?"

Acil menelan ludah.

Sebenarnya...

Dia sudah latihan semalaman.

Bahkan Jabrik sampai nyuruh dia latihan ngomong di depan kaca.

Tapi...

Begitu ketemu Ponpon...

Blank.

Kosong.

Yang keluar malah...

"Eee..."

"Hari ini panas ya..."

Ponpon nengok ke luar jendela.

"Hujan."

"Oh iya..."

Tai.

Acil pengen nyemplung ke sumur.

Ponpon ketawa kecil.

"Jadi?"

"Mau ngomong apa?"

Acil garuk kepala.

"Aku..."

"Sebenarnya..."

"Mau kenalan."

Ponpon mengernyit.

"Kenalan?"

"Iya."

"Lho..."

"Bukannya kita udah kenal?"

"Iya sih..."

"Tapi..."

"Belum resmi."

Ponpon ketawa.

"Emang kenalan ada peresmiannya?"

Acil ikut ketawa.

"Iya juga."

Suasana mulai mencair.

Dari arah dapur...

Ibu Ponpon mengintip pelan.

Beliau memperhatikan dua anak muda itu.

Lihat selengkapnya