MARLON MAPALA

Putra Setyawan
Chapter #11

CILOK SPESIAL MALAM MINGGU

Qoutes:

"Ada orang yang awalnya cuma mampir. Lama-lama malah betah."


Satu minggu berlalu.

Dan...

Acil mulai aneh.

Aneh dalam arti yang sebenarnya.

Kalau biasanya tiap sore nongkrong di sekret CSC...

Sekarang...

Jam empat sore...

Hilang.

"Gimana nih?"

tanya Jabrik sambil nengok kanan kiri.

"Acil mana?"

Gimbal santai nyeruput kopi.

"Paling bentar lagi datang."

Lima menit.

Sepuluh menit.

Setengah jam.

Yang datang cuma tukang gorengan.

Acil tetap gak nongol.

"Lah..."

Ucup mulai heran.

"Anak itu ke mana sih?"

Besoknya...

Kejadian lagi.

Jam empat...

Ngilang.

Besoknya lagi...

Ngilang lagi.

Sampai akhirnya...

Jabrik gak tahan.

"Lon..."

"Hm?"

"Temen lo berubah."

"Iya."

"Jangan-jangan..."

"Apa?"

"Kesambet."

"Waduh…."

Hari Sabtu sore.

Akhirnya misteri itu terjawab.

Acil datang ke sekret.

Tapi...

Cuma sebentar.

"Pamit dulu ya."

"Lho?"

"Mau ke mana?"

"Bentar."

"Bentar ke mana?"

"Keluar."

"Bawa apa itu?"

Jabrik nunjuk kantong kresek hitam yang dibawa Acil.

"Oh ini?"

"Iya."

"Cilok."

Satu tongkrongan langsung diem.

"Cilok?"

"Iya."

"Buat siapa?"

Acil kelihatan mikir sebentar.

"Hem..."

"Buat…”

"Temen."

Jabrik langsung nyenggol Gimbal.

"Dia bohong."

"Iya."

"Keliatan."

Begitu Acil pergi...

Jabrik langsung berdiri.

"Anak-anak..."

"Iya?"

"Kita buntutin."

"SETUJU!"

Misi dadakan dimulai.

Empat motor tua keluar pelan-pelan.

Jaga jarak.

Kayak intel.

Padahal...

Motor mereka suaranya lebih berisik daripada truk pasir.

"CROOOOTTTT..."

"CETAKK..."

"NGEEEENG..."

Kalau kata orang...

Kalau mau nguntit pakai motor tua...

Ya sama aja ngumumin kedatangan.

"Lambat!"

Lihat selengkapnya