Qoutes:
“Pendekatan itu ternyata memang penuh cobaan”
Suatu siang...
Semangat gue lagi di ubun-ubun.
Entah kenapa hari itu gue ngerasa bakal ketemu Mala.
Feeling.
Padahal feeling gue selama ini lebih sering meleset dibandingkan ramalan cuaca.
Gue muter-muter area kampus.
Lewat kantin.
Lewat taman.
Lewat sekret organisasi.
Sampai akhirnya gue melintas di depan café kecil yang ada di pojok kampus.
Dari kejauhan...
Mata gue langsung menangkap sosok seorang cewek yang lagi duduk sendirian.
Rambutnya...
Persis.
Panjang.
Hitam.
Diikat setengah.
Lho...
Bukannya itu Mala?
Gue berhenti.
Memastikan lagi.
Dari belakang...
Mirip banget.
"Anjir..."
Rezeki anak ganteng...
Gue langsung senyum-senyum sendiri.
Muncul ide jahil.
Sekali-kali bikin kejutan ah.
Biar dia kaget.
Biar ketawa.
Siapa tahu...
Dari ketawa...
Terus ngobrol.
Terus akrab.
Terus...
Ya begitulah.
Namanya juga orang lagi jatuh cinta.
Khayalannya suka lari ke mana-mana.
Gue berjalan pelan.
Pelan banget.
Kayak maling jemuran.
Begitu jaraknya tinggal satu langkah...
Dua telapak tangan gue langsung nutupin mata cewek itu dari belakang.
"KEJUTAAANNN...!"
"Hayooo..."
"Tebak siapa ini!"
Dua detik.
Nggak ada jawaban.
Tiga detik.