MARLON MAPALA

Putra Setyawan
Chapter #18

MENYELESAIKAN TEROR SETO

Qoutes:

"Kadang yang paling susah dijelasin, bukan isi suratnya.

Tapi, kenapa surat itu bisa nyasar?"


Bel kuliah berbunyi...Gue mulai panik.

Jabrik, Gimbal, Ucup, Acil sengaja kabur.

"Lon... kami duluan ya."

"Lho?"

"Bukannya tadi katanya nemenin?"

"Iya."

"Tapi kami belum siap kehilangan teman."

"Goblok."

Marlon ditinggal sendirian.

Seto perlahan mendekat.

Marlon berdoa dalam hati.

"Ya Tuhan...

Kalau hari ini mati..

Tolong, jangan gara gara Seto."

 

Seto datang.

Tangannya membawa amplop.

Terus bilang pelan.

"Marlon..."

"Iya?"

"Makasih ya."

"Hah?"

"Aku baru pertama kali dapat surat seindah ini."

...

...

...

DUARRRRRRR!!

Marlon langsung pengen lompat pagar kampus.

Belum selesai.

Seto ngomong lagi.

"Aku..."

"Iya?" (Marlon mengernyitkan dahinya)

"Aku belum bisa kasih jawaban sekarang."

Marlon langsung membatin.

"Jawaban apaan??"

"Gue kagak nembak elo, To!!"

Lalu, daripada urusan tamah runyam

Barulah Marlon menjelaskan semuanya.

Tentang salah ambil buku.

Tentang surat buat Mala.

Tentang nama yang tidak ditulis.

Seto langsung tepok jidat.

"Ya ampun..."

"Pantes aku bingung."

"Kirain.….??”

“Padahal aku ngarep itu beneran lho…..”

Marlon cuma bisa nyengir

Lalu Dua-duanya ketawa.

Sebelum pergi Seto berkata.

"Lain kali..."

"Tulis nama orangnya."

"Iya.,.” (Jawab Marlon)

"Ini pelajaran paling mahal selama gue kuliah."

 

Lalu…CSC datang.

Jabrik langsung nanya.

Lihat selengkapnya