MARLON MAPALA

Putra Setyawan
Chapter #26

SEMALAM DI SEKRETARIAT

Qoutes:

"Persahabatan itu diuji bukan saat nongkrong di kafe.

Tapi saat begadang semalaman, tidur beralaskan banner bekas, l

alu besok paginya masih bisa ketawa bareng."

 

Besok...

Hari H.

Hari yang bikin lima orang penghuni tetap CSC

mendadak berubah jadi manusia paling sibuk se-Fakultas.

Panggung sudah berdiri.

Backdrop hampir selesai.

Lampu sudah mulai dipasang.

Kursi tamu juga sudah ditata.

Tinggal dekorasi kecil yang belum kelar.

Awalnya kami semua sepakat mau pulang sebentar.

Mandi.

Tidur.

Balik lagi subuh.

Tapi...

Setelah rapat kecil berlima...

Gimbal tiba-tiba nyeletuk.

"Gue nggak yakin."

"Gimana kalau malam ada yang jahil?"

Jabrik langsung nyaut.

"Jahil apaan?"

"Ya siapa tau ada yang naik panggung."

"Coret-coret backdrop."

"Atau..."

"...ngencingin panggung."

Kami semua langsung nengok ke Gimbal.

"Gim..."

"Iya?"

"Kok contoh terakhirnya spesifik banget?"

Gimbal garuk kepala.

"Hehehe... pengalaman."

"Pengalaman siapa?"

"Rahasia."

"WOI... JANGAN-JANGAN ELO DULU YANG NGENCINGIN!"

Ruangan langsung pecah ketawa.

Akhirnya diputuskan...

Kami berlima...

Nginep di sekretariat.

Sekalian ngelembur.

Sekalian jagain panggung.

Sekalian...

Mengantisipasi kalau ada mahasiswa iseng yang pengen bikin ulah.

Jam sembilan malam.

Relawan satu per satu mulai pulang.

Mala ikut pamit.

"Lon..."

"Iya?"

"Jangan tidur terlalu malam."

Gue langsung senyum.

"Tenang."

"Paling jam sebelas."

Padahal...

Dalam hati gue udah tahu.

Mustahil.

Begitu Mala pergi...

Ucup langsung nyolek lengan gue.

"Cie..."

"Gue denger."

"Denger apaan?"

"Disuruh jangan begadang."

"Peduli tuh."

"Peduli sebagai panitia."

Empat orang langsung ngakak.

"Gue belum ngomong apa-apa!"

"Iya... tapi muka lo udah ngomong."

Lihat selengkapnya