Qoutes:
"Ada masa ketika kita berpikir besok masih bisa ketemu.
Sampai suatu hari, ternyata pertemuan terakhir sudah lewat tanpa kita sadari."
Sore itu...
Tongkrongan CSC seperti biasa.
Warung kopi pojok kampus masih jadi markas besar kami.
Gelas kopi hitam berjejer.
Piring gorengan tinggal remah-remahnya.
Yang paling rajin makan ya siapa lagi kalau bukan Ucup.
"Lon..."
"Gue heran."
"Heran apa?"
"Kok gorengan di piring ini tiap lima menit berkurang sendiri?"
Ucup langsung pura-pura nengok kanan-kiri.
"Iya ya..."
"Aneh."
Jabrik langsung nyaut.
"Gak usah pura-pura."
"Itu perut lu udah kayak black hole."
"Halah..."
"Gorengan itu titipan Tuhan."
"Buat siapa?"
"Buat gue."
"Tai."
Semua langsung ngakak.
Pak satpam lewat sambil bawa termos kopi.
"Lho..."
"Belum bubar?"
"Belum, Pak."
"Emang kalian kuliah apa ronda?"
"Ronda, Pak."
"Soalnya kuliah cuma numpang."
Beliau ikut ketawa.
Sudah bertahun-tahun beliau melihat kami nongkrong di tempat yang sama.
Sampai-sampai beliau hafal siapa yang paling banyak ngomong,
siapa yang paling sering ngutang kopi,
bahkan siapa yang paling sering dorong motor.
Beliau duduk sebentar.
Ikut nyeruput kopi.
Lalu memandang kami satu per satu.
Entah kenapa...
Tatapan beliau sore itu beda.
Lebih pelan.
Lebih lama.
Beliau berkata,
"Eh..."
"Iya, Pak?"
"Kalian ini..."
"...udah lama juga ya nongkrong di sini."
"Iya, Pak."
"Dari motor saya masih mulus."
Gimbal langsung nyeletuk.
"Terus sekarang?"
"Sekarang motornya yang nyerah."
Pak satpam tertawa.
Lalu beliau berkata lagi.
"Kalau kalian udah lulus nanti..."
"...tempat ini pasti sepi."
...
Kalimat itu sederhana.
Pendek.
Tapi...
Entah kenapa...
Suasana langsung berubah.
Jabrik yang biasanya paling cerewet malah menunduk.
"Gue semester depan KKN."
"Iya..."
kata Gimbal.
"Gue juga udah mulai proposal."
Ucup ikut mengangguk.
"Gue tinggal skripsi."
Acil ikut menyambung.
"Gue juga."
Pelan-pelan...
Semua mata beralih ke arah gue.
"Apaan?"
Jabrik senyum miring.
"Lu?"
Gue garuk kepala.
"Hemm..."
"Gue..."
"...masih menjaga keseimbangan populasi mahasiswa."
"Hahahahahaha!"
Suasana pecah lagi.
"Dasar MAPALA!"
Mahasiswa Paling Lama.
"Gak usah ketawa!"
"Gue cuma pengen dosen gak kesepian."
"Tai."
Pak satpam sampai geleng-geleng kepala sambil ketawa.
Tapi setelah tawanya reda...
Beliau menepuk pundak gue.
"Cepat lulus ya."
"Gak usah lama-lama."