MARLON MAPALA

Putra Setyawan
Chapter #30

YANG MULAI BERUBAH

Qoutes:

"Hidup jarang berubah dalam semalam.

Biasanya cuma pelan-pelan... sampai suatu hari kita sadar,

ternyata semuanya sudah tidak sama lagi."


Entah sejak kapan...

Tongkrongan CSC mulai berubah.

Bukan tempatnya.

Bukan warung kopinya.

Bukan juga pos satpamnya.

Semuanya masih sama.

Bangku kayu itu masih miring sebelah.

Meja yang sudutnya patah masih dipakai.

Pak satpam masih duduk sambil nyeruput kopi hitam.

Bahkan gorengan di etalase masih kelihatan lebih tua daripada yang jual.

Yang berubah...

Orang-orangnya.

Sore itu gue datang seperti biasa.

Si C70 berhenti di tempat parkir langganan.

"Tek... tek... bremmmmm..."

Suara mesinnya masih batuk-batuk.

Persis pemiliknya.

Gue lihat ke arah tongkrongan.

"Lho..."

"Kok sepi?"

Yang ada cuma Jabrik.

Duduk sambil ngelamun.

Di depannya segelas kopi yang bahkan belum disentuh.

Gue duduk di sebelahnya.

"Gimbal mana?"

"Ngurus proposal."

"Acil?"

"Nemenin Ponpon cari referensi."

"Ucup?"

"Katanya kerja sambilan."

"Hem..."

Gue ngangguk pelan.

Terus Jabrik balik nanya.

"Lu?"

"Gue?"

"Iya."

"Gue tetap ganteng."

Jabrik langsung melempar tisu ke muka gue.

"Tai."

Gue ngakak.

"Nanya yang susah dikit kek."

Beberapa menit...

Kami cuma duduk.

Aneh.

Biasanya baru lima menit nongkrong...

Udah ribut kayak pasar malam.

Sekarang...

Yang terdengar cuma suara motor lewat.

Sama sendok yang benturan sama gelas.

Pak satpam keluar dari pos.

"Lho..."

"Kok tinggal dua?"

"Bukan tinggal dua, Pak..."

kata Jabrik.

"Cuma lagi pada sibuk."

Pak satpam mengangguk pelan.

"Iya juga ya..."

"Sekarang kalian udah mau lulus."

Gue langsung nyeletuk.

"Kalau saya sih kemungkinan belum, Pak."

Lihat selengkapnya