MARLON MAPALA

Putra Setyawan
Chapter #31

MUNGKIN INI YANG TERAKHIR KALI

Qoutes:

"Ada pertemuan yang tidak pernah kita rencanakan menjadi yang terakhir.

Kita baru sadar setelah semuanya tinggal kenangan.”


Entah kenapa...

Sore itu...

Grup CSC rame sendiri.

Bukan karena ada acara.

Bukan karena ada rapat.

Bukan juga karena ada utang kopi Ucup yang akhirnya lunas.

Enggak.

Tiba-tiba aja...

Semua sepakat pengen kumpul.

Lengkap.

Gimbal.

Jabrik.

Ucup.

Acil.

Gue.

Dan...

Mala.

Padahal...

Besok Gimbal mulai sibuk revisi proposal.

Acil mulai sering bolak-balik perpustakaan.

Ucup kerja sambilan.

Jabrik udah dikejar dosen pembimbing.

Mala juga mulai disibukkan tugas akhirnya.

Aneh...

Seolah-olah...

Kami semua sama-sama punya firasat.

Kalau...

Kesempatan kumpul lengkap begini...

Mungkin...

Udah gak banyak lagi.

Warung kopi sore itu masih sama.

Pak Satpam bahkan udah nyiapin bangku sebelum kami datang.

"Lho..."

"Lengkap nih."

"Iya Pak."

"Syukurlah...."

"Kirain udah pada jadi orang sukses."

"Gak Pak."

"Kami masih sama."

"Miskin."

"Hahaha..."

Pak Satpam ngakak.

Beliau cuma geleng-geleng kepala.

"Kalian ini..."

"Kalau ngomong gak ada rem."

Gorengan datang.

Kopi datang.

Es teh datang.

Yang berubah cuma...

Sekarang gak ada yang buru-buru pulang.

Semuanya menikmati waktu.

Seolah sengaja diperlambat.

Jabrik tiba-tiba nyeletuk.

"Eh."

"Apa?"

"Gimana kalau hari ini..."

"...kita ngomong serius dikit."

Semua langsung melotot.

"Lu sakit?"

"Tumben."

"Kerasukan siapa?"

Jabrik langsung nyengir.

"Tai."

"Sesekali lah."

Gimbal mengangguk.

"Boleh."

"Sekalian..."

"Kalau lima tahun lagi ketemu..."

"...kita lihat siapa yang paling melenceng."

Ucup langsung angkat tangan.

"Gue dulu."

"Gue pengen buka bengkel."

Kami semua nengok.

"Lho?"

"Serius?"

"Iya."

"Capek disuruh orang."

"Gue pengen orang yang nyari gue."

Jabrik langsung nyeletuk.

"Yang nyari utang juga banyak nanti."

Lihat selengkapnya