SAMPAI JUMPA KAWAN......
Kalau kamu bertanya...
Apakah semua cerita di novel ini benar?
Jawabannya...
Sebagian besar memang pernah terjadi.
Sebagian lagi lahir dari satu pertanyaan sederhana yang sering muncul di kepala gue.
"Gimana ya... kalau waktu itu semuanya berjalan sedikit berbeda?"
Novel ini bukan tentang siapa yang akhirnya memiliki siapa.
Bukan juga tentang bagaimana cara mendapatkan seseorang yang kita cintai.
Buat gue...
Novel ini cuma ingin bercerita kalau masa kuliah ternyata bukan cuma soal nilai,
skripsi, atau wisuda.
Masa kuliah adalah tempat kita belajar kehilangan.
Belajar tertawa.
Belajar gagal.
Belajar jatuh cinta.
Dan yang paling penting...
Belajar bahwa suatu hari nanti...
Semua orang yang hari ini duduk di sebelah kita...
Belum tentu masih bisa kita temui lagi.
Kepada Gimbal...
Terima kasih sudah menjadi orang yang paling sering ngomel kalau motor gue mogok.
Semoga sekarang hidupmu tidak lagi sering mogok seperti C70 gue dulu.
Kepada Jabrik...
Terima kasih sudah menjadi biang kerok di hampir semua kekacauan yang pernah kita buat.
Semoga mulutmu masih tetap cerewet.
Karena dunia rasanya terlalu sepi kalau kamu mendadak pendiam.
Kepada Ucup...
Semoga sekarang kamu sudah mampu beli gorengan sendiri.
Tidak lagi ngutang ke warung langganan kita.
Kalau ternyata masih...
Ya sudah.
Berarti memang itu bakatmu.
Kepada Acil...
Semoga kamu tetap menjadi orang yang paling tulus di antara kita.
Dan semoga...
Ponpon benar-benar pernah tahu...
Kalau ada seorang cowok yang diam-diam selalu berusaha bikin dia tersenyum.