Marriage without Dating

Susilawati Nussy
Chapter #3

Usai Akad #3

Suara riuh rendah ucapan , Sah! masih terngiang di telinga Aqeela. Kini, sebuah cincin melingkar di jari manisnya dan status di KTPnya akan segera berubah. Di hadapan orang tua dan tamu undangan, Arhan tadi tampil begitu sempurna. Ia mencium kening Aqeela dengan lembut, sebuah akting yang sangat meyakinkan sampai-sampai Aqeela hampir lupa kalau di kamarnya tersimpan map cokelat berisi kontrak batasan mereka.

Malam harinya, Aqeela sudah berada di dalam mobil Arhan, menuju rumah pria itu. Barang-barangnya sudah masuk ke bagasi sejak pagi.

"Capek ya, Mas?" tanya Aqeela memecah keheningan. Ia mencoba mencairkan suasana dengan nada santai, sesuai gaya mereka saat di taman waktu itu.

Arhan hanya bergumam pendek tanpa menoleh. Tangannya kokoh memegang kemudi, matanya lurus menatap jalanan malam yang lengang.

"Hm."

Aqeela mengernyit. Mungkin dia cuma kecapekan karena salaman sama ratusan orang, pikirnya positif.

Sesampainya di rumah Arhan yang bergaya klasik modern, Arhan langsung menurunkan koper-koper Aqeela. Ia meletakkannya di depan sebuah kamar di lantai bawah.

"Ini kamar kamu," kata Arhan datar. Kalimatnya singkat, padat, dan sangat dingin. Berbeda jauh dengan nada bicaranya saat mereka pertama kali bertemu atau saat di pelaminan tadi.

Aqeela melihat kamar itu. Bersih, tapi terasa kosong.

Lihat selengkapnya