Marriage without Dating

Susilawati Nussy
Chapter #20

Kebohongan Arhan #20

Pagi yang seharusnya penuh dengan sisa-sisa kehangatan semalam mendadak berubah menjadi ujian berat bagi Arhan. Saat Aqeela sedang menyiapkan sarapan di dapur dengan senyum yang terus mengembang, ponsel Arhan yang tergeletak di meja ruang tengah terus-menerus bergetar.

Dua puluh panggilan tak terjawab dan belasan pesan singkat dari Salsa. Isinya bukan lagi sekadar tangisan, melainkan ancaman tersirat bahwa ia akan melakukan hal nekat jika Arhan tidak memberinya waktu lima menit untuk bicara secara langsung.

Arhan menatap punggung Aqeela dari kejauhan. Ia tidak ingin merusak kebahagiaan mereka, namun ia sadar, jika ia tidak menyelesaikan urusan Salsa dengan tangannya sendiri secara tegas, wanita itu akan terus menjadi hantu dalam rumah tangga mereka. Ia butuh memutus benang itu secara permanen.

"Qeel, aku ada urusan sebentar ke kantor. Ada dokumen tender yang harus segera ditandatangani sebelum jam makan siang," bohong Arhan. Suaranya sedikit bergetar, sebuah rasa bersalah langsung menghujam hatinya begitu melihat Aqeela berbalik dengan wajah ceria.

"Oh, ya sudah. Jangan telat makan siang ya, Mas," jawab Aqeela tulus.

***

Arhan memilih sebuah taman kota yang cukup terbuka untuk menemui Salsa. Ia tidak ingin ada ruang privat lagi. Saat Salsa datang dengan mata sembap dan mencoba meraih tangannya, Arhan segera melangkah mundur.

"Cukup, Salsa," ujar Arhan dingin. Suaranya mantap, tidak ada lagi keraguan seperti beberapa hari lalu.

"Aku datang ke sini bukan untuk menghiburmu."

"Han, tolong... aku benar-benar nggak bisa tanpa kamu…"

Lihat selengkapnya