"Penumpang yang kami hormati, sesaat lagi kita akan tiba di Stasiun Yogyakarta."
Aku merapikan barang-barang yang kubawa. Buku yang kubaca selama dua jam perjalanan kembali kumasukkan ke dalam totebag. Saat hendak menurunkan koper, aku melihat beberapa penumpang lain juga mempersiapkan barang-barang mereka.
Setelah berhasil menurunkan koper, aku berjalan menuju pintu, berdiri di antara orang-orang yang hendak turun. Ponselku bergetar, tapi aku abaikan. Repot jika harus mengangkat telepon sekarang.
Dan saat kereta benar-benar terhenti, tanganku sedikit mengangkat koper bersamaan dengan kakiku melangkah keluar. Pemandangan pertama yang kudapat begitu turun dari kereta adalah peron yang ramai dipenuhi para penumpang, baik yang hendak naik maupun yang baru saja turun. Aku berjalan mencari jalan keluar di tengah kerumunan orang yang begitu hectic. Hingga ketika tiba di area luar stasiun, aku baru bisa mengembuskan napas lega.
"Assalamu'alaikum. Ya, Bunda. Ini Mar baru aja sampai di stasiun. Baru turun dari kereta ini."
Panggilan telepon yang sejak tadi masuk itu akhirnya aku angkat. Dari siapa lagi kalau bukan dari Bunda. Manusia paling protektif dalam hidupku.
"Udah cari penginapan?"
"Udah, Bunda. Udah Mar booking. Udah dulu, ya. Mar mau cari kendaraan dulu. Nanti Mar kabari lagi kalau udah sampai di penginapan."
"Ya, ya, ya udah. Hati-hati!"
Kedua bola mataku berputar. Jogja hari ini terik sekali. Ditambah lagi, aku harus berkejaran dengan waktu karena hanya punya dua jam untuk check in penginapan, persiapan, lalu berangkat ke sebuah agenda besar yang menjadi tujuan utamaku datang ke kota ini.
Ban mobil berderap menyusuri jalan dari Stasiun Tugu menuju penginapan yang jaraknya tidak terlalu jauh. Aku memperhatikan sekeliling dari kaca. Suasananya berbeda dari terakhir kali aku datang ke sini bersama Ayah.
Driver menghentikan mobilnya di depan sebuah gang. Yap! Aku memilih penginapan sederhana yang letaknya ada di dalam gang untuk disewa selama dua malam. Karena sudah booking dari jauh-jauh hari, aku bisa langsung check in dan membawa barang-barangku masuk ke kamar.
Di kamar, koper kusimpan asal. Belum aku bongkar karena takut tidak cukup waktu.