Pukul setengah delapan, kereta tiba di Stasiun Cirebon yang punya musik selamat datang yang khas. Dua jam perjalanan rasanya lama karena menyimpan satu pertanyaan besar di kepala.
Sambil berjalan ke pintu keluar, aku mengecek ponselku. Memastikan posisi seseorang yang akan kutemui. Baru saja selesai mengetik dan belum sempat mengirim kepada si penerima pesan, netraku sudah menangkap sosoknya. Laki-laki dengan kemeja biru dongker yang bagian lengannya digulung sampai ke siku.
"Mas Kahfi udah nunggu di sini dari tadi?" tanyaku tanpa basa-basi dulu. Aku masih sedikit tercengang melihat penampilannya yang berbeda. Rambut belah tengah yang kulihat di Malioboro waktu itu, kini ditutupnya dengan sebuah topi putih.
"Ya. Biar kamu enggak nunggu lama," jawabnya santai dengan senyuman yang masih ramah seperti di pertemuan pertama.
"Ya ampun. Maaf, ya, Mas. Aku jadi ngerepotin."
"No problem. Aman aja."
"Naik apa ke sini, Mas?"
"Oh, pakai mobil. Mobilnya ada di sebelah sana." Ibu jarinya menunjuk ke satu arah. "Yuk!" ajaknya.
Kami melangkahkan kaki menuju mobil dengan aku yang berusaha menyesuaikan langkah jenjangnya.
"Mas Kahfi ke sini sama siapa aja?" tanyaku yang baru memulai basa-basi.
"Sama teman-teman dari GNK."
GNK adalah sebuah organisasi konservasi alam yang membuatnya sibuk akhir-akhir ini. Tanpa dia menjelaskan, aku sudah tahu lebih dulu karena kemarin sempat stalking.
"Oh, yang kemarin bersih-bersih pantai itu, ya, Mas?" tanyaku berpura-pura tidak tahu demi menjaga gengsi.
"Yes, betul. Bersih-bersih pantai sama penyuluhan ke sekolah di pesisir juga."
"Nah. Sekolah mana itu, Mas? Dekat sini?"
"Enggak. Di Cirebon bagian timur sana. Kamu ke Cirebonnya telat sih, Mar. Harusnya kemarin biar sekalian saya ajak."
"Hehe ... Mas Kahfi enggak bilang."
Dia terkekeh dan matanya yang agak menyipit. Jari tengah dan telunjuknya terangkat, memberi isyarat peace. "Sorry, it's my fault."
Saat sampai di tempat mobil yang terparkir, dia memperkenalkanku pada tiga orang temannya yang juga sudah menunggu. Dua laki-laki dan satu perempuan. Dari ketiga temannya itu, aku tahu salah satunya adalah seorang influencer.
"Mar, ini teman-teman saya. Beberapa yang ikut ke sini kemarin, sebagian udah pulang duluan."