Di meja makan saat sarapan yang terburu-buru, Lana tidak menyentuh makanannya sedikit pun.
Ia tidak menyentuh sarapan yang ada dihadapan nya, ia hanya memandang nya dengan tatapan sendu nya.
Wajahnya yang sangat pucat, Bau nasi goreng yang biasanya harum kini membuat perutnya mual luar biasa.
"Kenapa lagi kamu? Mau mogok makan supaya saya kelihatan seperti ibu tiri jahat?" sindir Tante Miranda sambil menuangkan kopi untuk Papanya
"Perut Lana sakit sekali, Tante... Lana izin tidak sekolah ya tan?" lirih Lana.
tangannya meremas ujung meja untuk menahan tubuh agar tidak ambruk.
Papa membanting korannya ke meja.
"Kemarin merusak sepatu Siska, sekarang mau bolos sekolah kamu iyahhh? Kamu itu terlalu pemalas Lana! Jangan pake alasan sakit buat menutupi kemalasan kamu itu!"
"Tapi Pa, Lana beneran..."