Masih adakah surga untukku, bu?

Nazwa Nadya
Chapter #9

Mencari suaka

Setelah kejadian pingsan di bawah hujan, Lana terbangun dengan tubuh yang menggigil hebat dan dada yang terasa seperti dihimpit batu besar.


Alih-alih mendapatkan kompres hangat, ia justru menerima makian dari ayahnya karena lantai teras menjadi kotor oleh lumpur dari bajunya.


Pagi harinya, dengan sisa keberanian yang paling akhir, Lana memutuskan untuk melakukan satu upaya lagi.


Ia merasa umurnya tidak lama lagi, dan ia tidak ingin mati di rumah yang menganggapnya beban.


Ia ingin pulang ke satu-satunya tempat yang dalam ingatannya pernah terasa seperti surga,pelukan mamanya.


Dengan langkah tertatih, Lana naik angkutan umum menuju kompleks perumahan elit tempat Mama kandungnya tinggal.


Di depan gerbang rumah besar itu, seorang satpam bertubuh tegap menghadangnya.


"Cari siapa, Dek?" tanya satpam itu, menatap curiga pada seragam Lana yang lusuh dan wajahnya yang sangat pucat.


"Saya... saya mau ketemu Mama. Bu Sarah," jawab Lana lirih.


Satpam itu mengernyit. "Bu Sarah sedang ada acara pengajian di dalam. Sudah ada janji?

Beliau tadi bilang tidak mau diganggu tamu tidak dikenal."


"Saya anaknya, Pak. Tolong, sampaikan saja ini Lana."


Satpam itu masuk ke dalam melalui interkom. Tak lama kemudian, ia keluar dengan wajah datar tanpa simpati.


Lihat selengkapnya