Masih adakah surga untukku, bu?

Nazwa Nadya
Chapter #14

Kemarahan diruang tunggu

Lana terbangun di bawah sinar lampu neon yang pucat. Bau obat-obatan menusuk hidungnya.


Di luar pintu kamar rawat, ia mendengar suara yang sangat ia kenal, namun bukan nada cemas yang ia tangkap, melainkan kemarahan.


"Kenapa kalian harus membawanya ke rumah sakit swasta? Biayanya mahal!" suara Papa menggelegar di lorong, berdebat dengan pihak sekolah.


Tak lama, Papa masuk ke dalam kamar dengan langkah kasar.


Ia tidak bertanya bagaimana keadaan Lana. Ia justru melemparkan tas sekolah Lana ke kursi dengan gusar.


"Kamu benar-benar beban, Lana! Kalau sakit itu bilang, jangan sengaja pingsan di sekolah dan bikin Papa malu ditanyai macam-macam oleh guru!"


Lana menatap Ayahnya dengan mata sayu.


"Papa... dokter bilang apa?"


"Dokter bilang kamu sakit parah. Tapi Papa tahu, ini pasti karena kamu jarang makan dan terlalu banyak melamun," sahut Papa, mengabaikan fakta tentang sel kanker yang sudah menjalar.


"Jangan manja. Kalau sudah bangun, besok kita pulang. Papa tidak punya uang untuk bayar kamar ini berlama-lama."


Lihat selengkapnya