Masih adakah surga untukku, bu?

Nazwa Nadya
Chapter #15

Permintaan terakhir

Kondisi Lana menurun drastis dalam semalam. Dadanya terasa sesak, seolah ada beban ribuan ton yang menindihnya.


Dokter memutuskan untuk memasang selang oksigen agar Lana bisa bernapas.


Di dalam kesunyian kamar rumah sakit, Lana menatap ke arah jendela yang menampilkan langit senja yang kemerahan.


Seorang suster masuk untuk mengganti cairan infus. Lana meraih tangan suster itu dengan jemari yang mendingin.


"Suster... boleh Lana pinjam kertas dan pulpen?" bisiknya sangat lirih di balik masker oksigen.


Dengan tangan gemetar, Lana menuliskan sebuah pesan singkat di secarik kertas putih.


"Tolong panggil Mama. Sekali saja. Lana mau minta maaf sebelum Lana pergi."


Ia menyerahkan kertas itu kepada suster dengan tatapan memohon yang menghancurkan hati siapa pun yang melihatnya.


Lana tahu, fisiknya sudah menyerah. Ia tidak lagi mengharapkan kesembuhan,ia hanya ingin satu hal sebelum semuanya gelap.


Ia ingin mati sebagai seorang anak yang diakui, bukan sebagai beban yang disingkirkan.


Suster itu mengangguk sambil menahan air mata. Ia segera keluar untuk menghubungi kontak "Mama" di ponsel Lana.


Lihat selengkapnya