Masih adakah surga untukku, bu?

Nazwa Nadya
Chapter #16

Penolakan terakhir

Suara langkah sepatu hak tinggi terdengar di koridor, beradu dengan detak jantung Lana yang kian melambat.


Pintu kamar terbuka. Sosok wanita cantik itu muncul, namun wajahnya tidak menyiratkan kerinduan hanya ketegangan dan amarah yang tertahan.


"Ma..." bisik Lana di balik masker oksigennya. Matanya berbinar kecil, menyangka pelukan akan datang.


Namun, Mama tetap berdiri di dekat pintu, enggan mendekat ke ranjang.


"Kenapa kamu melakukan ini, Lana? Suster itu terus menelpon dan hampir membuat rahasia ini terbongkar di depan suami Mama!"


Lana terpaku. "Lana... cuma mau... ketemu Mama..."


"Dengar," Mama melangkah satu langkah, suaranya merendah namun tajam.


"Mama sudah memberi kamu kehidupan yang cukup lewat transferan uang. Jangan egois. Kalau kamu sakit, Ayahmu yang harus tanggung jawab. Jangan seret Mama ke dalam kesulitanmu lagi. Ini terakhir kali Mama datang. Tolong, lepaskan Mama agar Mama bisa bahagia."


Wanita itu berbalik, keluar dari kamar tanpa menyentuh jemari anaknya yang pucat.


Lana menatap punggung itu menghilang di balik pintu yang tertutup rapat.


Di dalam kamar yang dingin itu, Lana akhirnya mengerti, baginya, surga di telapak kaki ibu adalah tempat yang pintunya telah dikunci rapat-rapat dari dalam.


Napas Lana mulai tersengal, bukan karena kanker, tapi karena separuh jiwanya baru saja dipaksa mati.

Lihat selengkapnya