Masih adakah surga untukku, bu?

Nazwa Nadya
Chapter #18

Isolasi jiwa

Sudah dua hari kursi di samping ranjang Lana kosong melompong. Ayahnya tidak lagi datang setelah menggerutu soal biaya deposit tambahan. Ibu tiri dan saudara-saudaranya?


Bagi mereka, Lana hanyalah masalah yang sedang "diselesaikan" oleh rumah sakit.


Di tengah kesendirian yang mencekam, Lana mulai belajar melepaskan. Ia memandang langit-langit putih dengan sisa kesadaran yang menipis.


Tidak ada lagi amarah untuk Ayah yang kasar, atau dendam untuk Mama yang membuangnya.


Ia menyadari bahwa menggenggam benci hanya membuat dadanya semakin sesak.


"Aku memaafkan kalian..." bisiknya, nyaris tak terdengar.


Ia melepaskan harapannya untuk dicintai, melepaskan impian untuk memiliki keluarga utuh, dan melepaskan keinginannya untuk bertahan hidup.


Dalam kesunyian isolasi itu, jiwa Lana perlahan menemukan kedamaian yang aneh. Ia tidak lagi menunggu pintu kamar itu terbuka.


Ia hanya menunggu pintu lain yang ia harap lebih ramah daripada pintu-pintu di dunia terbuka untuknya.



Lihat selengkapnya