Mata-Mata Biru

Marsilea Alida
Chapter #27

H+4 | Pertunjukan Taman Bunga

Kamis, 27 Agustus 2026

Rasanya aku ingin meleleh. Seperti es krim potong. Karena terik matahari di atas sana. Berdiri di tengah-tengah taman bunga tak beratap di rumah ini membuatku merasa matahari diciptakan hanya untukku, untuk mengarah padaku. 

“Hei, cantik. Rapikan topimu.” Gara menarik topi longgar yang bertengger di kepalaku. Itu topi denim yang kupinjam darinya. 

Ternyata aku tak sendirian, Gara juga menjalani ini bersamaku. Dan, akan selalu begitu. Setidaknya senyuman Gara membawa angin segar buatku. Malah kini aku ingin benar-benar meleleh karenanya.

“Ehhh! Fokus! Fokus!” sembur Kak Alia di sisi teras. “Gara! Kau sudah pindahkan dahlia itu ke pojok belum?!”

Berbeda dengan kami yang tengah kepanasan, Kak Alia justru tengah duduk di dekat pintu kamar Gara. Dia menyingkap kipas di tangannya, menyapukan benda itu di depan wajahnya, perlahan. Melihat tingkah Kak Alia itu, mengingatkanku pada nyonya bangsawan Eropa yang sedang meneriaki budak-budaknya. Dia benar-benar menyeramkan saat marah. 

“Belum, Kak.”

“Ayo, cepat pindahkan!”

“Iya,” balas Gara lembut.

Aku meringis. Prihatin pada Gara yang menurut-menurut saja disuruh Kak Alia daritadi. Padahal, akulah yang membuat kekacauan di taman ini, Om Arya sudah mengklaim kesalahanku, dan sekarang Gara yang menanggung hukumannya. Meski aku mengajukan diri untuk membantu, nyatanya aku hanya bisa terpekur di pojok taman. Kira-kira bagaimana orang-orang menyebut kondisiku? Buta flora, mungkin? Karena bunga yang kukenali di taman ini hanya mawar dan melati.

“Reina, kenapa diam saja?! Ambil di sana dan sirami bunganya.” Kini giliranku yang kena perintah.

“Baik, Kak,” balasku setengah hati.

Lihat selengkapnya