Mata-Mata Biru

Marsilea Alida
Chapter #38

1959-1998

Catatan Eva (1959-1965)

Eva lahir dengan mewarisi mata biru keluarga Van den Bosch beserta dendam ibunya. Amelia memastikan Eva mengetahui asal usulnya, perbuatan jahat ayah kandungnya dan istri kedua pria itu. Sejak saat itu, Eva hanya memiliki satu tujuan dalam hidupnya, yaitu mengambil kembali apa yang sejak awal menjadi haknya.

Beberapa bulan setelah ulang tahun Eva yang kedua puluh, Amelia berpulang. Kesedihan karena penderitaan yang panjang dan kelelahan bekerja meruntuhkan tubuh Amelia di usianya yang menginjak 53 tahun. Di ranjang pesakitannya, Amelia sempat meminta Eva untuk melupakan keinginannya pergi ke Kota S, ke rumah keluarga mereka yang sudah menjadi milik keluarga Naratama. Tidak ada gunanya melawan keluarga itu. 

Belum kering makam ibunya, Eva telah melanggar perintah Amelia. Dia menjual semua harta benda berharga yang tersisa untuk ditukar dengan pelayaran mengarungi Samudra Hindia. 

Meski tersesat berkali-kali, dan kesulitan berkomunikasi karena kemampuan bahasa Indonesianya sangat terbatas, Eva akhirnya berhasil tiba di depan rumah itu, rumah keluarga Naratama. Rumah yang seharusnya menjadi miliknya.

Namun, tentu saja Eva tidak bisa mengambil kembali rumahnya. Ketika dia tiba di teras rumah itu untuk menagih apa yang menjadi haknya. Santika dan putranya yang masih remaja sudah berdiri di sana dan siap mengusirnya. 

Eva masih mengingat jelas apa yang Santika katakan di depannya ketika mengusirnya. “Kau pikir Tuan Ardas akan menerimamu? Anak yang tidak jelas asal usulnya. Lihatlah matamu. Mata biru menjijikkan. Tuan Ardas tidak akan pernah mengakuimu. Tak ada sesentipun bagian tubuhmu yang menunjukkan kalau kau adalah anak keluarga Naratama. Kau. Hanya. Orang. Asing.”

Setelah itu, Santika menyuruh salah seorang penjaga menyeret Eva pergi. Ketika Eva berjalan keluar dari hutan, ia bersisian dengan sebuah mobil berwarna perak. Di bangku penumpang, Eva melihat seorang pria tua duduk dengan santainya. Dia adalah Ardas, ayah kandung Eva. Itulah momen pertama dan terakhir Eva melihat Ardas. Pria itu bahkan tidak melirik Eva. Mungkin ia mengira Eva hanyalah pengemis. 

Lihat selengkapnya