Mata-Mata Biru

Marsilea Alida
Chapter #47

Hari-hari yang Berlanjut

Dua kali aku berhadapan pada malapetaka, dua kali juga aku diselamatkan. Kadang aku bertanya-tanya, apa pentingnya aku di dunia ini sampai bisa terbebas dari dua kebakaran sekaligus?

Aku sudah tidak sadarkan diri saat Sabda menyelamatkanku hari itu. Yang ada dalam ingatanku hanya suara sirine ambulan dan suara paramedis yang menanganiku. Mereka memanggil-manggil namaku sampai aku sadar kembali.

Di malam berikutnya, Ibu datang bersama Ayah ke rumah sakit, wajah Ibu pucat dan pakaiannya berantakan. Ibu histeris melihatku, memelukku sangat lama dan mengucapkan syukur berkali-kali karena aku selamat. Sementara Ayah yang biasanya tenang dan dingin, menjadi begitu hiperbolis selama menungguiku. Setiap kali aku mengeluh tentang rasa sakit, dia akan berlari memanggil perawat, membawa terlalu banyak makanan, sampai tidak mau tidur. Aku tidak tahu kedua orang tuaku bisa begitu peduli seperti itu.

Di hari berikutnya, polisi datang. Mereka mengatakan sudah menahan seluruh anggota keluarga Naratama dan masih melakukan penyelidikan. Mereka meminta kesaksianku dan menjelaskan pada Ayah dan Ibu bahwa jika kasus ini naik ke persidangan, kemungkinan aku akan menjadi salah satu saksi.

Selama hari-hari itu, aku merasa kehilangan diriku. Aku tidak bisa mengingat jelas apa saja yang terjadi di rumah sakit. Melihat diriku sendiri dibakar hidup-hidup oleh tunanganku merupakan pengalaman yang sangat traumatis. Ketika memberikan kesaksian, aku bahkan tidak sanggup menyebut nama Gara dan keluarganya.

Lihat selengkapnya